MANADO- Pola belajar pertemuan tatap muka (PTM) di Manado terancam dihentikan. Konon akan kembali ke system daring. Isu beredar di sejumlah sekolah, system belajar online akan digelar Senin pekan depan.
“Kami akan balik belajar online. Kalau boleh jangan dulu sekarang. Kan tidak ada kasus covid ,”tandas beberapa siswa salah satu sekolah negeri unggulan di Tuminting, Rabu (2/2/2022).
Mereka keberatan dengan system online. Selain belajar tidak maksimal, ruang sosial sesama teman berkurang.
“Prestasi kami menurun. Ekstrakurikuler juga tidak berkembang,”celetuk Nazlinka siswa kelas XII MIPA.
Informasi didapat, kebijakan akan kembali belajar online masih dikaji ulang bersama satgas dan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama yang membawahi madrasah.
Berdasarkan data perkembangan kasus covid 19, angka pertambahan positif sebanyak 37 orang. Meninggal satu orang, warga Bolmong Utara usia 63 tahun. Sementara Kota Manado dari ketambahan 37, bertambah lima kasus positif. Tidak ada yang meninggal. Kemudian Minahasa 3, Minut 2 dan Kotamobagu 1.
“Angka penambahan kasus covid 19 berasal dari warga pendatang yang berobat di Manado seperti Jakarta Surabaya dan Makassar. Dari 37 yang ketambahan, warga luar Sulut sebanyak 25,”kata Humas Satgas Covid 19 Jimmy Kumendong.
Satgas juga membeberkan sampai Selasa 1 Februari 2022, kumulatif angka vaksin di 15 kabupaten kota di Sulut. Total yang sudah vaksin mulai dosis satu sampai booster sebanyak 2.876.087 warga. Terdiri dari dosis pertama 1.726.468 warga. Dosis dua 1.104.164 dan booster 45.455.
Kota Manado telah melakukan vaksin tertinggi sebanyak 746.518. Disusul Kabupaten Minahasa 323.725, Kota Bitung 257.396.
“Khusus vaksin pertama jika ditotal secara presentase, Kota Manado paling tinggi 102 persen. Disusul Kota Tomohon 89,4 persen,”kata dr Steaven Dandel.















