Sulut Sedot Investasi 5 T, 35 % Didominasi Singapura-Tiongkok

MANADO – Daya tarik kekayaan alam Sulawesi  Utara (Sulut) menggoda para investor asing dan nasional menanamkan duit mereka.

Potensi ini ikut ditopang proses perizinan yang efisien dan ramah sesuai yang digalakkan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw.

Bacaan Lainnya

Besarnya investasi di Sulut tercermin dari rapor pertumbuhan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Peizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulut periode Januari – September atau triwulan III 2021.

Kendati di masa pandemi Covid-19, nilai investasi di Nyiur Melambai di triwulan III Tahun 2021 menembus angka Rp. 5.008.000.000.000 (Rp5,01 T).

“Secara kumulatif periode Januari-September tahun 2021 realisasi investasi Sulawesi Utara yang telah direalisasikan oleh investor sebesar Rp. 5,008 triliun,” ungkap Kepala DPM-PTSP Provinsi Sulut, Frangky Manumpil, Selasa (2/11).

Bagi DPM-PTSP, angka ini sangat menggembirakan. Lantaran melampaui target realisasi investasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat/BKPM RI untuk Sulut tahun 2021 sebesar Rp5.510.000.000.000.

Juga melejit jauh di atas target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulut sebesar Rp3.750.000.000.000.

“Realisasi sampai triwulan III 2021 sebesar Rp5,008 triliun Kita sudah capai 91% dari target BKPM RI. Kemudian, untuk target RPJMD Provinsi Sulut, kita sudah melampaui dengan capaian 134%,” terangnya.

Manumpil memaparkan, capaian investasi Sulut hingga triwulan III 2021 terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp. 1,953 triliun (39%), dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp. 3,055 triliun (61%).

Dari PMA, dua negara begitu dominan. Singapura menebarkan investasi Rp1,37 triliun atau 27,53 persen dari total investasi di triwulan III. RRT atau Tiongkok Rp385 miliar atau setara 7 persen.

Sebaran investasi terakumulasi di Kota Manado, Minut dan Bitung.

Ia mengaku, semakin optimalnya seluruh pelayanan perizinan juga didukung dengan peningkatan kinerja pelayanan, serta integritas dari seluruh birokrat Pemprov Sulut yang menangani perizinan.(art)

Berikut laporan selama periode Januari–September tahun 2021 sektor investasi.

 

Dari sektor usaha dominasi oleh :

 

  1. Pertambangan Rp1,780 triliun 36%
  2. Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp1,243 triliun 25%
  3. Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp836,3 miliar 17%
  4. Industri Lainnya Rp295,2 miliar 6%
  5. Hotel dan Restoran Rp. 256,1 miliar 5%.

 

Berdasarkan kabupaten/kota masih didominasi oleh :

 

  1. Kota Manado Rp. 2,194 triliun 44%
  2. Kabupaten Minahasa Utara Rp. 1,617 triliun 32%
  3. Kabupaten Bolaang Mongondow Rp. 473 miliar 9%
  4. Kota Bitung Rp419,9 miliar 8%
  5. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Rp. 154,1 miliar 3%

 

Negara asal investor (PMA) terbesar di Sulawesi Utara selama Januari – September tahun 2021 :

 

  1. Singapura Rp. 1,379 triliun 71%
  2. R.R. Tiongkok Rp. 385,1 miliar 20%
  3. Australia Rp. 57,3 miliar 3%
  4. Belanda Rp. 35,9 miliar 2%
  5. Cayman Islands Rp. 31 miliar 2%

 

Realisasi investasi perusahaan terbesar selama Januari – September Tahun 2021 :

  1. JASAMARGA MANADO BITUNG Rp. 1,081 triliun 22%
  2. TAMBANG TONDANO NUSAJAYA Rp. 998,4 miliar 20%
  3. PARAMOUNT ENTERPRISE INTERNATIONAL Rp. 553,6 miliar 11%
  4. MEARES SOPUTAN MINING Rp. 327,1 miliar 7%
  5. FUTAI SULAWESI UTARA Rp. 292,9 miliar 6%.

 

Pos terkait