Tak Disangka,Peduli Kemanusiaan Senator Djafar Alkatiri Diberi Ganjaran ACT Pusat

SORE menjemput Magrib, Selasa (22/2) kemarin, Anggota DPD RI asal Sulut Djafar Alkatiri seperti kelihatan bergegas. Langkah kakinya kokoh dan gesit memasuki Kedai Warkop Kemang di Kawasan Boulevard Kelurahan Sindulang 2.

Senator yang dikenal vocal di setiap forum seperti sedang menanti orang lain. Kelihatan relasi penting. Dua jari telunjuk dan ibu jari utak atik ponsel pintar.

Bacaan Lainnya

Saat itu sekira pukul 17.15, pengunjung kedai popular di utara ini belum banyak.

Andi Roem Bongkang Tenaga Ahli yang setia mendampingi senator membenarkan ada yang lagi ditunggu.

“Bapak janjian dengan tim Aksi Tanggap Cepat pusat dan Sulut. Kebetulan selesai acara di Jati Tumumpa dan Sindulang, bapak arahkan ketemu di Kemang,”kata Andi sambil menikmati pisang goreng.

Setelah diskusi ringan tentang agenda sejak pagi hingga malam, beberapa menit setelah itu, dua pengurus ACT Manado berjalan cepat cepat menuju meja Wakil Ketua Komite 1 DPD RI.

Setelah salaman, sambil minta maaf terlambat dari jam yang dijanjikan, mereka kenalkan diri. Aktivis kemanusiaan ini suami istri. Keduaanya aktiv di medan sosial. Mereka bertemu di Universitas Sam Ratulangi.

“Saya asal Tateli Minahasa. Ketemu istri di organisasi kampus. Saya di Fakultas Teknik, istri di Fisip Unsrat,”ujar pimpinan ACT kepada senator.

Senator Djafart Alkatiri bersama pimpinan jamaah Masjid Nurul Huda, Kawangkoan Minahasa

Mereka menjelaskan tujuan ketemu senator, lantaran aksi kemanusiaan dan kepedulian terhadap masalah sosial dan ekonomi Senator Djafar. Mereka memantau gerakan dakwah dan kemanusiaan sejak tahun lalu.

“Kami berterima kasih kepada pak haji Djafar yang banyak membantu kegiatan sosial termasuk mendukung aksi lembaga bantuan bencana ACT,”katanya.

Sebagai apresiasi atas kepedulian senator, mereka memberi piaga penghargaan kemanusian kepada Senator yang serba bisa. Pemilik pondok tahfidz A Quran di Maasing ini diberi penghargaan atas kedermawanan bersedekah untuk beragam bencana kemanusian melalui  Aksi Cepat Tanggap. Piagam ditanda tangani Presiden ACT Ibnu Khajar.

Senator yang mengenakan kemeja koko memuji ACT. Aksinya nyata murni kemanusiaan. Ayah tiga anak ini bersedia mendukung acara yang rencananya akan menghadirkan pendakwah dari luar saat Ramadhan.

“Sesungguhnya peduli kepada sesama adalah kewajiban semua orang. Kami kebetulan diberi amanat dari rezeki Allah, untuk dibagikan sebagian hak mereka yang butuhkan,”tutur mantan wakil ketua DPRD Manado dari PPP.

Senator sedikit menyentil perjuangan dan kesabaran mendirikan masjid di Minasaha Utara. Alhamdulillah kata Senator, setelah berhasil berjuang masjid di Perum Agape, dia dan tim akan meresmikan masjid di Desa Kaima, Minahasa Utara, Rabu (23/2).

Masjid itu berbentuk rumah panggung adat Minahasa. Sudah siap pakai. Telah ada papan nama. Semua dokumen sudah lengkap. Kemenag Manado, BKSUA dan lain telah setuju.

“Alhamdulillah masjid di Kaima setelah menunggu 11 tahun lamanya sudah berdiri. Masyarakat di sana mendukung meski awalnya ada tantangan,”tuturnya.

Setelah itu di lantai bawah panggung telah dilakukan pengecoran pondasi. Senator memperlihatkan foto foto lokasi dan bentuk bangunan masjid rumah panggung. Berlaskan karpet tebal. Ada mihrab dan pengerasa suara. Berdiri di tanah yang cukup luas. Tapi luas bangunannya sekira 12 x 10 meter2. Anggaran dari patungan, bukan dari pemerintah.

“Dana pembangunan dari kami dan swadaya jamaah lain. Kementerian Agama janji akan mendanai tapi kami tidak mau menunggu lama karena birokrasi,”tandasnya.

Meski begitu, senator memuji dan berterima kasih kepada Bupati Joune Ganda. Di era Joune segala proses berjalan lancar.

“Ini juga karena bupati  sekarang sangat bagus. Membantu proses berkas dan lain lain,”puji Alkatiri.

Di saat bersamaan, Senator menerima pengurus Masjid Nurul Huda Kawangkoan. Mereka datang dari jauh untuk mengundang senator memberi tausyah di Kawangkoan, Minggu (6/3) siang.

“Umat Islam di Kawangkoan minta kami datangkan pak Djafar ke Isra Miraj. Mohon kiranya senator bisa datang,” pinta Ketua BTM Saiful dan Rimin Yusuf.

Senator dengan senang hati, bersedia berkunjung ke jamaah di Masjid Kawangkoan. Dia juga menyarankan kalau bisa mengundang jamaah dari kampung sekitar.(*)

 

Pos terkait