MANADO- Daya beli masyarakat Kota Manado di Agustus cenderung melemah. Ini ditunjukkan penurunan harga komoditi pokok di tingkat pedagang.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut memperlihatkan adanya deflasi khusus di Agustus 2022 sebesar 0,37 persen.
“Namun di Agustus 2022 inflasi secara tahun kalender Kota Manado naik menjadi 2,71 persen dan inflasi secara year on year menyentuh angka 3,85 persen,” jelas Kepala BPS Sulut Asim Saputra via rilis awal September 2022.
BPS menghitung tinglat deflasi (penurunan harga komoditi secara bersamaan) terlihat dari penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) ke level 111,50, melorot dari posisi IHK Juli 2022 sebesar 111,91.
Dari sebelas kelompok pengeluaran di Kota Manado, tiga kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok transportasi sebesar 1,44 persen, kelompok makanan, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,12 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,12 persen.
Sebanyak lima kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan indeks, yaitu: kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,57 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,79 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,10 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,05 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,01 persen, sedangkan sisa tiga kelompok lainnya, yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan, kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran cenderung stagnan.
“Penyumbang Inflasi terbesar pada bulan Agustus 2022 yaitu ikan calakang/ikan sisik sebesar 0,08 persen, sedangkan penyumbang deflasi terbesar adalah bawang merah sebesar 0,41 persen,”katanya.
Inflasi Kota Manado relatif terjaga meski harus waspada di dua bulan terakhir di akhir 2022. Di IHK nasional Kota Manado di urutan 39 dari 90 kota pantauan IHK nasional.
Ada 11 kota mengalami inflasi dan 79 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Ambon sebesar 0,82 persen dan terendah di Kota Bekasi sebesar 0,12 persen.
Deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,65 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Depok dan Kota Kediri sebesar 0,01 persen.(cin)















