Usai Naikkan BBM, Presiden Kucurkan Bansos 24 Triliun

Presiden Joko Widodo dan Menkeu Sri Mulyani saat rapat kenaikan BBM dan Bansos

JAKARTA – Kenaikan harga  bahan bakar minyak (BBM)  tinggal menanti hari. Presiden Joko Widodo bersama Menkeu Sri Mulyani telah mengambil kebijakan menaikkan harga BBM . Alasan satu satunya postur belanja APBN makin berat. Lantaran kenaikan harga minyak mentah dunia ICP di kisaran USD 105 per barel. Isunya harga solar dan pertalite akan naik sampai Rp10.000 per liter.

Hanya saja, Presiden Joko Widodo mengatakan, ada tiga jenis bansos yang akan disalurkan dalam waktu dekat. Ketiga jenis bansos ini merupakan pengalihan dari subsidi bahan bakar minyak (BBM). Adapun total anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk ketiga jenis bansos tersebut sebesar Rp 24,17 triliun.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah akan menyalurkan sejumlah bantuan sosial tambahan kepada masyarakat sebagai bentuk pengalihan subsidi BBM sebesar Rp 24,17 triliun,” ujar Jokowi melalui unggahan di akun Twitter resminya @jokowi, Senin (29/8/2022) malam.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tiga jenis bansos akan disalurkan

Subsidi BBM Sebesar Rp 600.000 Dalam rangka untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Terutama karena dalam beberapa waktu terakhir terdapat tendensi dari kenaikan harga berbagai komoditas yang berasal dari pengaruh situasi ekonomi global.

“Memang perlu untuk direspons. Bapak Presiden meminta supaya kami, saya dalam hal ini bersama dengan Menteri Sosial dan Gubernur BI yang juga menceritakan mengenai perkembangan dari inflasi global, diminta untuk menyampaikan kepada masyarakat,” tutur Sri Mulyani dalam keterangan pers usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di Kantor Presiden pada Senin. “Bahwa pemerintah akan mulai memberikan bantalan sosial tambahan sebagai bentuk pengalihan subsidi BBM,” tambahnya.(Kompas.com)

Pos terkait