KAMIS sore hingga tadi malam (03/03) belasan kelurahan dilanda banjir dan tanah longsor.
Sampai pukul 20.30 ketinggian air di Kelurahan Ternate Tanjung, Dendengan Dalam, Komo Luar, Karame, Perkamil Welong sudah setinggi dada orang dewasa.
Melihat kondisi yang kian mencemaskan, Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang (RS) bergegas turun ke lokasi banjir.
Wawali tidak hirau hujan yang terus menguyur. Bermodalkan jas hujan, RS mendekati lokasi didampingi tim Basarnas, TNI dan Polri turun ke sejumlah lokasi terdampak banjir dan daerah-daerah rawan banjir.
RS melihat lokasi paling rawan luapan air sungai dari Danau Tondano. Beberapa titik yang dipantau yakni Kelurahan Banjer, Kelurahan Ternate Tanjung dan Kelurahan Dendengan.
Setelah melakukan pemantauan di beberapa lokasi, pihak Pemerintah Kota Manado serta TNI-Polri dan Basarnas telah mensiagakan anggotanya untuk evakuasi bila terjadi banjir.
“Lebih baik mencegah sebelum terjadi apa-apa, jadi kita antisipasi. Keselamatan warga menjadi yang utama bagi kita semua,” ungkap Sualang.
Sedangkan antisipasi dari Pemkot sendiri lanjut Sualang, fokus terhadap masalah infrastruktur untuk pencegahan banjir meski terus diuji drngan iklim cuaca yang menyulitkan. “Mudah-mudahan infrastruktur penanganan banjir ini dengan cuaca apapun bisa kita reduksi kerugiannya kedepan,” lanjutnya.
Untuk itu, Pemkot Manado telah menginstruksikan mulai dari ketua lingkungan hingga kecamatan agar terus memantau dan mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada.
“Kurang lebih ada 20 titik di Kota Manado, semuanya kita pantau terus itu termasuk daerah yang rawan banjir hingga tanah longsor,” tutupnya.(cw01).















