Wawali Manado dan 300 Warga Serukan Anti KGB melalui Pledge United

Wawali dr Richard Sualang tandatangan dukungan Anti KBG di Lapangan Sparta Tikala (26/4)

MANADO- Peringatan Hari Kartini tahun 2022 dilakukan dengan berbagai cara.

Salah satu cara melalui gerakan kampanye menggunakan sepakbola yang disebut Pledge United #Pledge2Respect.

Bacaan Lainnya

Gerakan ini dimotori Pemprov Sulut bersama Pemerintah Kota Manado, Ikatan Nyong dan Nona Sulawesi Utara dan Inspire. Mereka bersama warga melakukan ikrar bersama program Pledge United #Pledge2Respect yang di Ruang Serbaguna Pemkot Manado dan Lapangan Sparta Tikala, Selasa (26/4)
Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang turut hadir dan menandatangani kampanye anti kekerasan kepada perempuan.

Pledge United adalah sebuah program sepakbola yang bertujuan mengedukasi kalangan pelatih dan remaja laki-laki untuk memperkenalkan anti kekerasan berbasis gender (KGB). Sejak dilaksanakan pada tahun 2018, Pledge United telah berdampak kepada lebih dari 21.000 remaja laki-laki untuk berikrar menghargai wanita.

“Melalui program Pledge United, kami ingin meningkatkan kesadaran tentang isu kekerasan berbasis gender. Setiap minggunya para pemain akan belajar tentang topik baru untuk membentuk mereka menjadi seorang pria sejati yang menghargai wanita dan menolak kekerasan,” ujar Hein Hoekstra – Manado Office Director Inspire.

Kegiatan ikrar bersama #Pledge2Respect menunjukkan pentingnya kolaborasi 3 (tiga) sektor yaitu pemerintah, swasta dan LSM. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan adil untuk semua orang.

Wawali Richard Sualang Ikrar Anti KBG di Aula Pemkot Manado

“Pemerintah Kota Manado menjadi yang pertama dalam mengadaptasi program Pledge United, sekaligus menjadikan Kota Manado inspirasi bagi kota/kabupaten lainnya khususnya di Sulawesi Utara, dan Indonesia secara lebih luas,”katanya.

Kegiatan ikrar ini dihadiri oleh 300 orang undangan perwakilan pemerintah dan dinas terkait, komunitas organisasi terkait, kepala sekolah, dan camat di wilayah Pemkot Manado. Selain kegiatan bersama undangan, secara paralel juga diadakan coaching clinic sepakbola bersama 500 orang pemain remaja laki-laki (siswa SMP) dari kota Manado.

“Sayangnya pelaku kekerasan didominasi laki-laki di mana mayoritas memulai tindakan kekerasan pertamanya sejak usia remaja. Kami memiliki visi yang sama dengan Inspire dalam mendukung program yang bersifat edukatif dan prefentif (pencegahan) tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tutup Lenda Pelealu – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Manado.

Ikatan nyong noni sulut dan ikatan nyong nona manado juga menjadi bagian dari kegiatan ini dan merupakan kickoff giat nyong dan noni sulut dalam program kerja kedepan memperjuangakan movement ini.(cindy)

 

Pos terkait