MANADO–Debat kandidat pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur tahap pertama telah dilaksanakan oleh KPU.
Tapi banyak kalangan menilai debat tersebut belum sempurnah dengan waktu yang ditentukan KPU.
Pengamat ekonomi Frederick Gerdy Worang, PHd menilai waktu tiga menit yang diberikan KPU kepada paslon memaparkan program lima tahun kedepan tidaklah mencukupi.
“Paslon yang punya program besar dengan waktu tiga menit tak akan cukup menyampaikan program. Kiranya debat tahap kedua KPU lebih bijak dalam menentukan waktu dan paslon pun diharapkan dapat mengefisiensikan waktu, “terangnya.
Dosen yang banyak memberikan sumbangan ide ekonomi untuk Sulut pun mengajak kiranya masyarakat Sulut bisa meluangkan waktu untuk memberikan hak pilihnya pada 9 desember nanti. “Suara rakyat menentukan masa depan ekonomi Sulut lima tahun mendatang, “terang doktor jebolan Australia ini.
Karena itu kata Worang, masyarakat jangan skeptis saat pilkada ini. “Kita belum tahu keadaan lima tahun kedepan.
Apakah pandemic covid 19 segera berakhir atau belum,”ujarnya .
Diapun mengingatkan pilihlah kepala daerah yang piawai saat menghadapi pandemic harus kreatif ,innovative dan mempunyai jaringan. Serta bisa berkomunikasi dengan Jokowi-Amin di pusat.
“Pembangunan ekonomi berkelanjutan disaat pandemik memerlukan pemimpin yang tahu masalah dan kebutuhan di Sulut. Untuk ekonomi Sulut sudah tidak ada tempat untuk try dan error, “tandasnya. (tra)














