Harimanado.com, JUMAT (16/6) pagi semua jamaah haji kelompok terbang 17 dan sebagian 18 telah tiba di Wisma Haji, Kelurahan Tuminting.
Mereka berasal dari jamaah calon haji (JCH) Manado dan Kota Bitung. Jumlah mereka sebanyak 400 an JCH. Total JCH asal Sulut sekira 753 orang. Sudah duluan ke embarkasi Balikpapan kloter 16 sebanyak 299.
Siang jelang sore, lobi wisma haji ramai oleh lalu Lalang jamaah dan petugas haji. Maklum para JCH kloter 17 dan 18 akan berangkat ke Embarkasi Balikpapan Jumat malam sekira pukul 22.00 Wita.
Para calon haji pria gunakan waktu merokok atau ngopi di sisi utara aula Wisma Haji. PPIH 2023 sengaja memfasilitasi tempat ngopi untuk para jamaah dan pengantar.
Di antara puluhan calon tamu Allah, duduk di pojok timur: Imran Jamil. Sambil menyedot kopi, Imran yang kenakan kaos oblong hitam diajak ngobrol jamaah lainnya. Pria berusia 62 tahun ini menuturkan dirinya amat beruntung. Terpilih menjadi tamu Allah di antara ribuan umat Muslim yang berniat ibadah haji ke Mekkah dan Madinah.
Bulir air matanya hampir menetes, ketika dengan polos mengakui amat bersyukur kepada Allah menjadi marbot Masjid Ahmad Yani. Dia bisa melihat Ka;bah berkat pengorbanan waktu dan tenaga untuk kepentingan jamaah Masjid Ahmad Yani.
Ayah dua anak ini menguraikan bisa berangkat ibadah haji ke tanah suci bukan karena gaji marbot.
“Sekali lagi, menjadi marbot adalah ladang cari pahala,”tutur pria yang setiap hari bersihkan karpet masjid dan mengatur celengan masjid.
Saking penasaran jamaah lain bertanya, sejak kapan dia mendaftarkan diri sekaligus tahun berapa dapat porsi. Jawabannya di luar dugaan. Kesempatan ke tanah suci, berkat kebaikan para dermawan. Sejumlah tokoh Muslim Manado baku tambah untuk biaya naik haji.
“Alhamdulillah saya dapat porsi 2023. Ini semua berkat bantuan pengurus BTM Ahmad Yani dan para tokoh Muslim serta pembmbing KBIH Almabrur,”ucap Jamil dengan wajah bahagia.
Kesaksian Sekretaris BTM Ahmad Yani Syuaib Sulaiman, Om Imran Jamil sudah lama wakafkan dirinya untuk Masjid Raya Ahmad Yani. Sebelum menjadi marbot, duda dua anak ini kerja apa adanya untuk hidupi keluarga.
“Kami dan para dermawan dibantu KBIH di Masjid Ahmad Yani tergerak hati untuk mewujudkan impian Imran Jamil. Alhamdulillah, diluar dugaan ada beberapa dermawan sedekahkan rezeki mereka untuk biaya haji om Imran,”ucap Syuaib.
Di akhir bincang bincang, Imran sempat digoda oleh jamaah lain. Mereka mengingatkan berdoa cari pengganti istri di Kota Mekkah. Ledekan jamaah lain dibalas dengan senyum khasnya.
Dia pun bergurau, lantaran kebiasaan menyapu lantai masjid setiap hari di masjid raya, akan terbawa sampai di masjid Mekkah dan Madinah. “Itulah yang saya takutkan, jangan sampai menyapu lantai di Mekkah. Jujur saya tidak bisa tinggalkan masjid lama lama. Tolong didoakan sampai balik dengan selamat di Manado.”tutupnya.(sal)















