Lepas 394 JCH, Kakanwil KHU Ungkap Gubernur Sulut Penolong, YSK: Selama di Indonesia Saya akan Pantau

Harimanado.com,Manado- Raut wajah jamaah calon haji (JCH) Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2026 berbinar binar saat acara pelepasan resmi JCH tahun 1447 H / 2026 M di Wisma Haji  Tuminting, Manado, Selasa, (28/04/2026) sekira pukul 14.00 Wita.
Belum semua JCH yang hadir, hanya perwakilan dari 388 jamaah yang diundang. Acara pelepasan dihadiri Gubernur Sulut Yulius Selvanus, (YSK) yang juga melepas para JCH Sulut.
Meski diguyur hujan cukup deras, Gubernur Yulius begitu antuiaingin bersua dengan JCH dari 15 kabupaten/kta. Acara diawali sambutan Kepala Kantor Kementerian Haji Umrah (KHU) Sulut Hi Wahyudin Ukli MAg.
Mantan Kabid HU Kanwil Kemenag Sulut mengungkapkan rasa terima kasih kepada Gubernur  YSK yang sangat besar  membantu KHU Sulut saat kondisi  KHU masuh transisi.
“Demi kepentingan jamaah saya memberanikan diri untuk meminta bantuan kepada pak gubernur. Dan luar biasa pak gubernur langsung merespon dan tidak panjang lebar menyatakan akan membantu biaya lokal dengan nilai 5 juta per jamaah,”puji Wahyudin disambut tepuk tangan semua yang hadir.

Wahyudin menambahkan kuota JCH Sulut tahun 2026 mengalami pemangkasan hampir 50 persen dari tahun kemarin menjadi 394 jamaah.

Junlah jamaah haji  388 rang, ditambah 6 petugas haji termasuk  dua petugas yang dibiayai Pemprov Sulut.

Bacaan Lainnya
“Tahun ini jamaah haji tertua berusia 82 tahun asal Bolmong yang termuda 18 tahun asal Manado,”ucapnya.
Acara turut dihadiri Kakanwil Kemenag Sulut Dr H Ulyas Taha, Anggota DPRD Sulut Hi Amir Liputo, Ketua IPHI Sulut Ir Djafar Alkatiri MM MPdI, Ketua MUI Sulut H Adnan Mandiri, pimpinan Forkompinda Sulut, Plt Sekprov Sulut Dr Denny Mangala, calon Sekprov Sulut Dr Tahlis  Galang, para tim ahli Gubernur YSK di antaranya Mazhabullah Ali, Ismail Maga.
Juga para pimpinan KBIH di antarnya Hi Rum Usulu, Ha Lutvia Alwie dan Ha Lilis Damis
Gubernur YSK memberi semangat dukungan ke jamaah. Dia meyakinkan jamaah bahwa pemerintah daerah hadir untuk memastikan kenyamanan ibadah jamaah haji Sulut.

” Saya ingin rombongan ini terurus dengan baik. Para jamaah harus saling membantu, harus kompak karena akan bertemu jamaah seluruh dunia. Para petugas tolong perhatikan kebutuhan jamaah apalagi yang telah lansia,” ujar Gubernur Yulius.

YSK menambahkan tahun ini Pemprov Sulut menyerahkan bantuan biaya lokal Rp1,97 miliar ke senua jamaah Sulut.

Penyerahan secara simbolis  sebesar Rp5 juta per jemaah diwakili tokoh masyarakat Yunus Bugis.

Biaya lokal digunakan untuk akomodasi dan transportasi dari Wisma Haji Sulut ke embarkasi haji  Balikpapan sampai balik dari embarkasi Balikpapan ke  Bandara Sam Ratulangi.

Gubernur YSK meminta para jemaah untuk fokus pada kesehatan dan menjaga kerukunan antar sesama.

Yang menarik, Yulius sedang mengkaji syarat untuk Bandara Sam Ratulangi menjadi embarkasi haji. Supaya jamaah haji asal Sulut tidak perlu lagi transit melalui provinsi lain yang memakan waktu dan biaya tambahan.

“Cita-cita kami Sulut menjadi embarkasi haji di Indonesia Timur. Ini sudah masuk di RPJMD agar keluarga pengantar pun tidak lagi kesulitan,” janjinya.

Ketua IPHI Sulut Hi Djafar Alkatiri memberi motivasi kepada calon jamaah untuk fokus menjalankan ibadah haji.

Konisaris Bank Sulutgo mengaku banyak kemajuan dan kemudahan yang akan didapatkan jamaah haji.

“Sekarang sudah banyak pemandu jamaah Indonesia orang Indonesia asli. Banyak  para mahasiswa yang jadi pemandu jamaah,”katanya.

 

Aba sapaan salah satu JCH asal Kelurahan Ternate Baru, Singkil mengungkapkan rasa bahagia bisa berangkat ke tanah suci tahun ini.

Pria usia setengah baya harus menunggu selama 11 tahun, Berbekal tabungan dari penghasilan tukang parkir di jalan dua arah Pasar Bersehati.

“Alhamdulillah saya mulai menabung pasca banjir tahun 2014,”ucap aba singkatnya.(ham/rri)

 

Pos terkait