Wahyudin menambahkan kuota JCH Sulut tahun 2026 mengalami pemangkasan hampir 50 persen dari tahun kemarin menjadi 394 jamaah.
Junlah jamaah haji 388 rang, ditambah 6 petugas haji termasuk dua petugas yang dibiayai Pemprov Sulut.
” Saya ingin rombongan ini terurus dengan baik. Para jamaah harus saling membantu, harus kompak karena akan bertemu jamaah seluruh dunia. Para petugas tolong perhatikan kebutuhan jamaah apalagi yang telah lansia,” ujar Gubernur Yulius.
YSK menambahkan tahun ini Pemprov Sulut menyerahkan bantuan biaya lokal Rp1,97 miliar ke senua jamaah Sulut.
Penyerahan secara simbolis sebesar Rp5 juta per jemaah diwakili tokoh masyarakat Yunus Bugis.
Biaya lokal digunakan untuk akomodasi dan transportasi dari Wisma Haji Sulut ke embarkasi haji Balikpapan sampai balik dari embarkasi Balikpapan ke Bandara Sam Ratulangi.
Gubernur YSK meminta para jemaah untuk fokus pada kesehatan dan menjaga kerukunan antar sesama.
Yang menarik, Yulius sedang mengkaji syarat untuk Bandara Sam Ratulangi menjadi embarkasi haji. Supaya jamaah haji asal Sulut tidak perlu lagi transit melalui provinsi lain yang memakan waktu dan biaya tambahan.
“Cita-cita kami Sulut menjadi embarkasi haji di Indonesia Timur. Ini sudah masuk di RPJMD agar keluarga pengantar pun tidak lagi kesulitan,” janjinya.
Ketua IPHI Sulut Hi Djafar Alkatiri memberi motivasi kepada calon jamaah untuk fokus menjalankan ibadah haji.
Konisaris Bank Sulutgo mengaku banyak kemajuan dan kemudahan yang akan didapatkan jamaah haji.
“Sekarang sudah banyak pemandu jamaah Indonesia orang Indonesia asli. Banyak para mahasiswa yang jadi pemandu jamaah,”katanya.
Aba sapaan salah satu JCH asal Kelurahan Ternate Baru, Singkil mengungkapkan rasa bahagia bisa berangkat ke tanah suci tahun ini.
Pria usia setengah baya harus menunggu selama 11 tahun, Berbekal tabungan dari penghasilan tukang parkir di jalan dua arah Pasar Bersehati.
“Alhamdulillah saya mulai menabung pasca banjir tahun 2014,”ucap aba singkatnya.(ham/rri)


















