Air Mata Tumpah di Tablig Kemanusiaan untuk Palestina, 320 Juta Donasi Terkumpul Dalam Semalam  

Harimanado.com.MANADO— Kejahatan perang tentara Zionis Israel kepada warga Palestina membakar solidaritas kaum Muslim Sulut pada Sabtu pekan lalu.

Ketika diundang di acara tabligh untuk warga Palestina mereka berbondong bondong datang berkumpul. Mereka terpanggil hadir di acara Tablig Kemanusiaan dari Manado untuk Palestina yang digagas Aktivis Muslim Sulut (AMS) dan belasan ormas Islam di Lapangan Sindulang Mas, Boluevard Dua, Manado, Sabtu malam (18/11).

Bacaan Lainnya

Semua datang mengenakan pakaian putih putih. Baik pria, maupun wanita sama warnanya. Orang tua dan kalangan milineal menyatu. Mereka tumpah ruah di lapangan samping Warkop Kemang.

Tampak para tokoh agama dan ormas duduk di atas panggung. Mereka menghadap ke tempat duduk hampir 10.000 massa yang sebagian mengenakan atribut bendera Palestina.

Mulai dari  Anggota DPD RI Djafar Alkatiri, Ketua MUI Sulut KH  Abd Wahab Abd Gafur, dua anggota DPRD Ayub Albugis dan Amir Liputo, Pimpinan SI pusat Abid Takalamingan, Kakanwil Kemenag Sulut Sarbin Sehe, Ketua Al Irsyad Ridwan Syawie dan tiga dai kondang Hi Abd Rahman Mahrus, Rizal Kasim dan habib vocal dan muda Habib Umar bin Thoha Alhabsy dan Ketua BKPRMI Sulut Suryanto Muarif.

Satu persatu para tokoh agama dan masyarakat berorasi. Hampir sama semuanya. Mengutuk aksi tidak terpuji zionis Israil yang membabi buta. Djafar Alkatiri paling lantang. Dia menyentil apa yang terjadi di Gazza Palestina adalah tragedi dan kejahatan kemanusiaan. Yang mengarah ke genocide.

“Eropa dan Amerika standar ganda. Saat Rusia serang Ukraina mereka ramai ramai membantu. Tapi di Palestina mereka diam. Ini kekjahatan kemanusian yang mengarah ke genoside,”tandasnya.

Ayub Albugis, Amir Liputo, hingga Kakanwil ikut memberi orasi. Abid sendiri tampil berbeda. Mantan ketua Baznas Sulut mengaku demi acara tabligh dia paksa balik dari Bolmong Dia membacakan puisi kemanusiaan untuk Gazza.

Setelah semua orasi, panitia mengumumkan total donasi dari pribadi, organisasi agama, organisasi massa, paguyuban sampai kemasjidan sebesar Rp320.900.000.

Dana sebesar itu diserahkan ke Baznas Sulut yang diterima Ha Lutvia Alwie.

Di akhir acara, KH Abdurrahman Mahrus melatunkan zikir pengampunan dan perlindungan kepada warga Palestina.  Hampir semua tertunduk pasrah. Mata mereka tertutup mendengar syair dzikir. Tanpa disadari, air mata mulai menetes.(lyp)

Langit jelang malam agak mendung. Puncaknya hujan turun cukup deras disertai angin laut. Acara sempat terhenti akibat badai hujan. Sebagian massa menepi di Kemang, Indomaret dan panggung acara. Ajaibnya, hujan tidak lama berlangsung. Massa kembali ke lapangan yang penuh dengan massa.

“Hanya hujan belum seberapa dengan hujan bom di Palestina,”kata panitia pengarah Agus Abdullah.

Malam makin larut. Namun kaum Muslim tidak beranjak dari lapangan yang sudah basah oleh hujan.

“Alhamdulillah atas kepedulian kita semua terima kasih keiklhlasan sudara sudaara kita yang sudah memberikan donasi dan mendoakan sodara kita di Palestina semoga mendapat imbalan pahala,” kata Hi Amir Liputo yang juga salah satu tokoh muslim Manado.

Panitia acara terdiri dari Faisal Salim, Agus Abdullah, Muhammad Burhanuddin, Iswadi Amali, Jeffrey Alibasyah, Rahman Hanafi, Arodah H Yan serta Fitri Muarif diapresiasi semua orang.(*)

Pos terkait