Beda Waktu Imsak dan Subuh Kemenag Sulut dan Muhammadiyah Sulut, Ini Penjelasan Ahli Falak

Harimanado.com,Manado- Awal puasa bulan suci Ramadhan 1447 H atau 2026 M berbeda antara Muhammadiyah dan pemerintah RI (Kementerian Agama/Kemenag)

Semua sudah tahu hasil imsakiah rukiah  Muhammadiyah dengan cara hisab telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 pada 17 Februari malam sehingga awal puasa mulai pada Rabu (18/2/2026).

Bacaan Lainnya

Hasil rukyat dan hisab Kemenag  hilal muncul (awal bulan baru) pada Rabu (18/2/2026) sebagai tanda awal Ramadhan 1447 dan puasa Kamis (19/2/2026).

“Perbedaan awal puasa diterima semua pihak. Karena keduanya diakui dan dalam sejarah Nabi Muhammad, kadang puasa Ramadhan 29 atau 30 hari. Tidak pernah kurang 29 atau lebih 30 hari,”tutur Dosen IAIN Manado Dr Rizal Arsyad di WA.

Hanya saja perbedaan kembali muncul di jadwal sholat Subuh dan jam imsak. Ada selisih sekira 8 menit antara jadwal Muhammadiyah dan Kemenag Sulut.

Waktu Imsak dan Subuh Kemenag Sulut lebih cepat 8 menit dibanding jadwal  Muhammadiyah.

“Usai Sahur di hari pertama puasa saya patokan kalender Muhammadiyah imsak 04.34 karena Subuh 04.44 Wita. Tapi sekira pukul 04.36 adzan subuh terdengar dari masjid terdekat. Saat dibandingkan ternyata ada perbedaan,”kata warga Tuminting.

Perbedaan waktu ini bisa terjadi lantaran metode. Menurut ahli falak Muhammadiyah Sulut Dr Rivai Poli MH  Muhammadiyah ketika menghitung waktu subuh/fajar,berpotakan pada posisi  matahari di bawah  ufuk diketinggian -18° ,bukan diketinggian -20°.

Menurut Rivai para ahli falak muhammadiyah lewat penelitian berulang-ulang posisi -20° adalah kepagian.

”Artinya cahaya/sinar matahari belum muncul di ufuk timur nanti -/+ 8 menit kemudian atau pada ketinggian -18° baru muncul cahaya/sinar diatas ufuk timur,”katanya.

Rizali menambahkan bahwa Muhammadiyah ingin lebih berhati hati dalam menentukan batas malam dan fajar.(ham)

Pos terkait