Harimanado.com,JAKARTA- Buntut pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) Cipta Kerja oleh DPR RI, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI melakukan kritik cukup pedas.
Melalui twitter BEM UI mereka menyebut apa yang dilakukan DPR RI adalah pengkhianatan karena mengesahkan Perppu Cipta Kerja menjadi UU oleh DPR.
“DPR lagi-lagi memperlihatkan “kebobrokannya” melalui pengesahan Perppu Cipta Kerja yang jelas-jelas dinilai inkonstitusional oleh Mahkamah Konstitusi karena terdapat kecacatan, baik secara formal maupun materiel. Selain tidak dihadirkannya partisipasi publik yang bermakna, dewan yang berada di kursi sana bukan lagi sebuah “perwakilan” melainkan para “penindas”, yaitu penindas buruh, penindas rakyat, bahkan pembangkang konstitusi
DPR disebut bagaikan tikus dengan watak licik yang selalu menggerogoti masyarakat sipil, semakin terlihat bahwa DPR benar-benar tidak memihak pada rakyat. Sudah tidak ada alasan lagi untuk kita percaya kepada wakil kita. Saatnya untuk melawan!
Kami butuh DPR sebagai perwakilan rakyat, bukan sebagai perampok rakyatnya sendiri!
Kritik mereka memancing reaksi, lantaran memuat seperti meme Puan berbadan tikus, yang muncul dari gedung DPR RI.
Staf Khusus Mensesneg Faldo Maldini mempersilakan BEM UI membuat kritik dalam bentuk apa pun. Namun, Faldo menegaskan pembahasan hingga pengesahan Perppu Cipta Kerja menjadi UU sudah sesuai prosedur.
“BEM UI itu mahasiswa pintar, pikirannya suka berbeda. Ya, silakan saja menilai seperti itu. Faktanya, semua sudah diselenggarakan sesuai dengan prinsip dan prosedur,” kata Faldo dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (23/3).
Faldo juga menyebut BEM UI naif. Narasi yang disampaikan BEM UI mirip LSM yang didanai asing.
“Mereka kadang naif. Banyak kepentingan memanfaatkan ketulusan perjuangannya. Narasinya mirip kayak LSM yang didanai asing, juga kelompok antipemerintah yang dari awal ‘asal bukan Jokowi’, biar laku dagangannya di 2024 nanti,” ujar Faldo yang menjadi Ketua BEM UI pada tahun 2012 ini.
Faldo juga mengatakan, pemerintah sudah membuat Satgas Ciptaker untuk menghimpun masukan dari masyarakat. Sehingga jika peduli, Faldo menilai seharusnya BEM UI juga iktu dalam Satgas Ciptaker itu.
“Kalau Anda yang tidak pernah ikut, maka partisipasinya jadi tidak bermakna? Kalau emang peduli, ya, datang dari kemarin-kemarin. Tapi kalau cuma teriak begini, ya, silakan aja,” tutur Faldo.
Politisi senior PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno meradang dan memberikan protes keras. Ia menyebut kurang patut apabila mahasiswa menyampaikan umpatan yang kurang terdidik.
“Rasanya kurang patut apabila mahasiswa menyampaikan umpatan-umpatan yang kurang terdidik, asal bunyi, merendahkan akal budi. Ajak wakil-wakil rakyat berdiskusi, berdebat, secara terbuka dan mendasar,” kata Hendrawan kepada wartawan.(kumparan)














