Sabtu, E2L Daftar Naik Ring Pilgub

Harimanado.MANADO– Ring pertarungan pemilihan Gubernur (pilgub) Sulut 2020 makin seru. Laga bergengsi ini hampir dipastikan akan diikuti para bintang politik Sulut. Salah satu bintang adalah Elly E Lasut. Kabar beredar, bupati Talaud terpilih ini akan naik ring pilgub 2020. Elly Lasut (E2L) akan mendaftar di Partai Nasdem, Sabtu (7/12) ini.

”Doakan pak Elly akan daftar akhir pekan ini,”kata staf E2L via WA kemarin.

Bacaan Lainnya

Andai Elly maju pilgub Sulut, maka pertarungan amat ketat akan terjadi. PDI Perjuangan sudah final bakal calon (balon) gubernur Sulut Olly Dondokambey. Dengan balon wakil gubernur Steven Kandouw masih teratas.

Ketua Partai Golkar Christiany E Paruntu pegang sepenggal tiket Golkar untuk maju balon gubernur. Ketua PAN Sulut Sehan Landjar juga dipastikan ingin tarung papan 2 Sulut.

Info beredar, Partai (Nasdem) akan all out meracik pasanan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 23 September 2020 mendatang.

Pasalnya, kuota kursi partai besutan Surya Paloh itu di DPRD Provinsi sebanyak 9 seat. Sudah memenuhi syarat untuk mengusung sendiri 20 persen dari 45 kursi. Apalagi perolehan suara Nasdem di Pileg lalu mengekor puncak klasemen PDIP.

Pasangan dari ayah anggota DPR RI Hillary Lasut itu akan dipaketkan dengan Tetty Paruntu atau Tatong Bara. “Iya pak Elly akan mendaftar di Nasdem Sabtu pekan ini. Tentunya sebagai calon gubernur pada Pilgub 2020 nanti. Bapak sudah memutuskan memilih mencalonkan diri karena keinginan masyarakat Sulut,” beber sumber orang terdekat suami Telly Tjanggulung itu, tadi malam.

Sementara itu, Ketua Bappilu Nasdem Sulut Moktar Parapaga saat dikonfirmasi terkait informasi pendaftaran Elly Lasut sebagai bakal calon Gubernur Sulut lewat Partai Nasdem, belum bisa memberikan lketerangan lebih.

“Belum pasti. Ia, belum pasti. Saya cari tahu dulu,” singkatnya.

Terpisah, Pengamat Politik Universitas Sam Ratulangi Ferry Liando menilai jika benar Elly Lasut mendaftar dan akan diusung oleh

Nasdem maka kemungkinan pasangan calon akan terdiri dari pasang calon yakni ODSK,

Tetty Paruntu-Sehan Landjar dan Elly Lasut yang belum diketahui prediksi pasangannya. Menurutnya kondisi ini akan sangat menguntungkan Sulut dari aspek kondusivitas.

“Jika ada 3 pasangan calon maka potensi terjadinya polarisasai kelompok besar akan sulit terjadi. Pengalaman di daerah seperti DKI Jakarta bahwa jika terjadi 2 polarisasi besar dalam Pilkada maka masyarakat akan terbelah dan saling menyerang satu sama lain. Namun jika 3 pasang yang berkompetisi maka potensi ini bisa terhindar,”urai dosen pascasarjana itu, tadi malam.

Lanjutnya, memang sebaiknya pasangan calon itu lebih dari 2 pasang. Agar tidak terjadi saling menyerang antar kubu. Jadi 3 pasang itu akan menguntungkan Sulut. Namun demikian jika ada 3 pasang calon yang akan berkompetisi maka akan ada keuntungan elektoral bagi ODSK.

“Bisa jadi kelompok penentang ODSK akan terpecah konsentrasinya mendukung Tetty-Sehan dan sebagian mendukung Elly. Kalau hanya ada dua calon, pasti yang terjadi adalah semua penentang ODSK akan menyatu mendukung lawan ODSK. Jadi Kalau 3 calon akan untungkan ODSK,”tegas Liando.

Ia menambahkan, ambil pengalaman Waktu di Jakarta. Disaat waktu masih 3 pasang calon Agus, Anis dan Ahok pada putaran pertama Ahok peraih suara tertinggi. Hal itu terjadi karena pemilih penentang Ahok terpecah menjadi pendukung Agups dan menjadi pendukung Anis.

“Tapi pada putaran kedua ketika pasangan calon tinggal Ahok dan Anies, keadaan berubah.

Perolehan suara berpindah ke Anis. Kenapa demikian? Itu terjadi karena para penantang Ahok terkonsentrasi menjadi pendukung Anis,”tandas peraih doktor di Universitas Padjajaran itu.(**)

Pos terkait