Bolmong Masuk Daerah Ketiga Rawan Penggunaan Narkoba

 

 

Bacaan Lainnya
Ilistrasi pesta Narkoba. (ist/HM)

Harimanado.com, LOLAK — Kabupaten Bolmong masuk daerah rawan ketiga penyalagunaan narkoba di Sulut. Yang paling banyak, yakni penggunaan komix dan ehabond oleh siswa. “Ya sesudah Manado dan Minahasa, Bolmong masuk daerah ketiga rawan penggunaan narkoba,” jelas Kepala BNN Bolmong AKBP Juli Setiawan, Minggu (30/05/2019).

Menurutnya, narkoba dan obat-obat berbahaya lainnya, sampai saat ini sangat meresahkan masyarakat Indonesia. Tak terkecuali di wilayah Kabupaten Bolmong.
“Bagaimana tidak, hingga saat ini masih sangat banyak sekali kasus penyalahgunaan narkoba, apalagi kebanyakan penggunanya adalah generasi muda. Selain itu sangat berpengaruh pada kesehatan,” jelasnya.

Ia membeberkan banyak siswa yang sudah masuk kategori parah. “Ada yang menegak komix hingga 50 mili. Jika tidak mereka tak dapat tidur,” ungkapnya.

Sementara itu,Sekda Bolmong Tahlis Gallang mewarning penjualan komix dan ehabond secara bebas. Menurutnya hal tersebut dapat merusak generasi penerus, karena sudah banyak siswa yang memakai lem ehabond atau komix. Untuk itu dirinya mengutuk keras pihak-pihak yang dengan sengaja menjual obat-obat terlarang itu. “Penyalahgunaan zat adiktif di kalangan siswa di Bolmong saat ini meningkat,”jelasnya.

Selain itu, ia berharap semua pihak termasuk warga masyarakat untuk menyelamatkan generasi muda dari Narkotika. “Mari kita amatkan generasi muda dari barang berbahaya yang dapat merusak masa depan mereka. Narkoba dan zat adiktif wajib kita berantas secara bersama-sama dan melaporkan kepada instasi terkait,” terangnya.

Menurutnya, Indonesia bakal mengalami bonus demografi yang ditandai dengan terbentuknya generasi emas. “Saya tidak akan alami itu, yang akan alami adalah para siswa kita, makanya saya mengajak marilah kita selamatkan mereka dari barang-barang haram tersebut,” tandasnya. (fan)

Pos terkait