Bulan Agustus NTP Melorot 0,73 Persen, Bukti Daya Beli Petani Sulut Melemah,

Kepala BPS Sulut Asim Saputra

MANADO- Tingkat kesejahteraan para petani di Sulut cenderung menurun. Antara daya beli dan hasil produksi tidak berbanding lurus.

Data yang dibeber Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, kesejahteraan petani yang diukur menggunakan Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulawesi Utara pada periode Agustus 2022 turun ke level  109,28 dibandingkan Juli yang masih 110,08.

Bacaan Lainnya

Penurunan NTP diakibatkan harga jual petani rata rata turun, sebaliknya harga beli barang rata rata naik.

“Menurunnya NTP berasal dari dua sisi, dari sisi Indeks Harga yang diterima Petani (It) yang turun sebesar 0,62 persen dan sisi Indeks Harga yang d bayar Petani (Ib) yang naik 0,11 persen,”jelas Kepala BPS Sulut Asim Saputra

NTP Agustus ini tidak lebih baik dari periode yang sama 2021. Secara year on year (yoy) melorot sekira 0,15 persen. Sedangkan secara YTD (tahun kalender) turun 1,12 persen, dan YoY turun 0,15 persen.

Kemudian BPS Sulut menghitung  Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) ikut tergerus turun sebesar 0,87 persen, dari nilai 111,00 di bulan Juli menjadi 110,03 di Agustus.

Dampak dari menurun NTP memengaruhi inflasi di pedesaan hanya 0,06 persen. Inflasi terjadi pada tujuh kelompok pengeluaran yakni kelompok Pakaian dan Alas Kaki; Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga; Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga; Transportasi; Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya; Kesehatan; serta Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran.

Deflasi hanya terjadi pada kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau; dan Rekreasi, Olahraga, dan Budaya.

Sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; serta kelompok pendidikan cenderung stagnan.(cin)

Pos terkait