Harimanado.com, BOLSEL—Bupati Haji Iskandar Kamaru melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Gorontalo. Agendanya menemui Gubernur Rusli Habibie. Bupati berupaya agar mahasiswa asal Bolsel di Gorontalo dapat rapied test gratis.
Rombongan pemerintah Kabupaten Bolsel diterima oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibe dan Istrinya Idah Syahidah di kediaman pribadi Gubernur di Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Rabu (08/7), kemarin.
“Ada sekitar 600 orang masyarakat kami yang melaksanakan pendidikan di Provinsi Gorontalo. Kendala bagi kami, di perbatasan harus memiliki dokumen rapid dan swab test. Sementara batas waktu yang diberikan hanya tiga atau 14 hari. APBD kami juga sudah habis,” kata Iskandar dalam pertemuan itu.
Ia menambahkan, saat ini Kabupaten Bolsel telah kembali menjadi zona hijau. Sebab, tidak ada lagi masyarakat Bolsel yang terpapar Covid-19. Sesuai data Tim Gugus Tugas, angka pasien covid-19, baik yang positif, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan kini sudah kembali ke angka nol. Olehnya, ia berharap Gubernur Rusli membuat kebijakan yang memudahkan mahasiswa Bolsel untuk kembali ke Gorontalo melanjutkan pendidikannya.
“Sebelumnya ada empat orang yang terpapar. Tapi sejak tiga minggu yang lalu empat orang ini dinyatakan negatif dan sembuh,” aku Pasangan Wakil Bupati (wabup) Deddy Abdul Hamid ini.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Gorontalo membuat kebijakan yang mewajibkan setiap pelaku perjalanan dari luar Gorontalo mengantongi surat izin masuk Gorontalo. Surat izin tersebut dilengkapi dengan dokumen rapid atau swab test yang hasil pemeriksaannya reaktif atau negatif.
Menjawab hal itu, Gubernur Rusli menyatakan, kebijakan ini diambil untuk melindungi masyarakatnya dari wabah virus Corona. Rapid test sulit untuk digratiskan, sebab prioritas pemprov untuk rapid gratis baru sebatas tracking kontak pasien yang terindikasi positif corona.
Khusus untuk swab test, pihaknya mengupayakan agar kabupaten tetangga seperti Bolsel dan Bolmut bisa memeriksakan hasilnya di BPOM Gorontalo. Pemeriksaan swab gratis masih akan dikoordinasikan dengan berbagai pihak.
“Mungkin kita bisa bicarakan ya, Pak Budi yang punya link dengan kepala Balai POM, kira-kira bisa tidak hasil spesimen dari masyarakat Bolsel diperiksa di sini, karena di sini juga antriannya tinggi. Kalau boleh yang dekat sini Bolsel dan Bolmut kita prioritaskan tetangga dua ini. Jadi tolong Pak Budi ya kita prioritaskan untuk diperiksa di Balai POM,” pinta Rusli.
Di sisi lain, sekadar diketahui, dalam kunker ini Bupati Haji Iskandar Kamaru didampingi Asisten 1, Asisten 2, Asisten 3, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bolsel dan beberapa Pimpinan Tinggi Pratama Pamkab Bolsel lainnya menyempatkan diri meninjau pembangunan asrama mahasiswa Bolsel di provinsi tetangga itu dan menjenguk langsung salah pasien asal Bolsel yang mengidap kanker hati dan penyakit gizi buruk yang sedang dirawat di Rumah Sakit Aloesabu Provinsi Gorontalo.(ail)















