Data Bocor, Pasien Corona di Sulut Dikucilkan, Ini Klarifikasi Satgas Covid

Harimanado.com – Keresahan luar biasa terjadi di tengah masyarakat Sulawesi Utara setelah bocornya data yang diduga memuat identitas pasien terkonfirmasi positif kasus 58 (51 tahun) dan kasus 660 (32 tahun), maupun daftar kontak erat risiko tinggi dari salah satu instansi pemerintah.

Kabar diperoleh, pasien kasus 660 tercatat warga Kota Manado bahkan telah dikucilkan termasuk kerabat dekatnya. Begitu juga dialami nama-nama dalam daftar yang diduga berisi identitas oknum Sekretaris DPRD Sulut bersama 22 staf.

Bacaan Lainnya

Ini pun sangat disesalkan oleh pihak-pihak terkait. Mereka mengakui terus diteror bahkan didatangi aparat desa dan kelurahan setempat meski belum tentu sudah terjangkit virus corona.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulawesi Utara dr Steaven Dandel MPH memastikan data tersebut tidak dibocorkan oleh Satgas. Diakuinya, data tersebut hanya diterima oleh satu orang yang bertugas di Satgas.

Begitu juga saat dikonfirmasi oleh para jurnalis, Dandel sangat menjaga kerahasiaan identitas pasien terkonfirmasi positif, pasien dalam pengawasan (PDP), kontak erat risiko tinggi (KERT), maupun orang dalam pemantauan (ODP).

Kepada aparat desa atau kelurahan, Dandel mengingatkan supaya jangan gegabah, jangan bertindak main hakim sendiri, bahkan jangan kemudian memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan.

“Karena semua yang dilakukan harus prosedural. Jika melakukan tindakan tanpa dasar hukum, itu termasuk pelanggaran hukum,” katanya.

Begitu juga para ASN dan THL dihimbau dengan tegas untuk menjaga rahasia jabatan.

Di zaman ini, postingan di akun-akun media sosial maupun website pribadi sejatinya harus bertanggung jawab terhadap konten yang disebarkan. “Bertanya apa perlu disebarkan maupun dampak jika kita sebarkan konten yang dimaksud,” ucap Dandel. (tr-01/an1)

Pos terkait