Gubernur Olly dan Wagub Steven Bawa Sulut Jadi Provinsi Sehat

HANTAMAN pandemik virus corona yang melanda dunia tak menyurutkan semangat Pemprov Sulut melalui Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw dalam mengenjot semua sektor di Sulut.Termasuk sektor kesehatan yang sangat dihatikan pemerintah di era pandemik ini.
Selain Pariwisata dan sektor-sektor lain yang menjadi unggulan. Kesehatan jadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw. Bahkan impian menjadikan bumi Nyiur Melambai ini, sebagai Penang-Malaysia mulai terwujud. Hal itu dibuktikan dengan dibangun sejumlah Rumah Sakit (RS) dengan level internasional.


Adapun, deretan RS yang sementara atau sudah dibangun adalah, RS Dr JH Awaloei, RS Sentra Medika Minahasa Utara, dan Rumah Sakit Umum (RSU) Hermina, yang baru diresmikan. Selain itu ada juga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemprov Sulut, yang sudah hampir rampung dibangun. Kemudian ada juga RS Khusus Mata, juga milik Pemprov Sulut.

Bacaan Lainnya

Wagub menyebut, kehadiran RS Berkelas nasional bahkan internasional ini, tidak lepas peran dari Gubernur Olly dalam melobi investor untuk datang berinvestasi di Sulut. ” Mimpi Gubernur dan Wakil Gubernur, sesuai visi misi menjadikan Sulawesi Utara sebagai Penang baru atau Penang Indonesia, mulai terwujud,” sebut Wagub,” Senin (7/12).

Diketahui, Senin (7/12), Gubernur Olly telah menandatangani prasasti peresmian Rumah Sakit Umum (RSU) Hermina Manado. “Atas nama pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tentunya mengucapkan selamat kepada pimpinan PT Medika Loka Hermina, dan juga dipercayakan untuk menambah satu lagi rumah sakit di Provinsi Sulawesi Utara,” kata Olly saat mengawali sambutannya.
Sementara itu, Olly meyakini bahwa dengan bertambahnya rumah sakit di Sulut maka tingkat pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin optimal.

“Tentunya hal ini membahagiakan bagi kami pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi masyarakat di Sulawesi Utara,” bebernya.(#)

PROVINSI SEHAT
DINAS kesehatan sebagai garda terdepan mengharuskan untuk alih konsen, apalagi penanganan covid yang sudah memasuki kurun waktu kurang lebih lima bulan dan hingga saat ini masih berlanjut.

“Capaian-capaian yang diperoleh dinas kesehatan tentu sangatlah membanggakan kita semua terlebih bagi masyarakat sulut”, ungkap Olly.

Sesuai data di akhir 2019, Sulut dinobatkan sebagai Provinsi Sehat oleh pemerintah pusat karena 11 dari 15 kabupaten dan kota telah dinyatakan sebagai kabupaten/kota sehat. Catatan itu meningkat tajam dari data 2017 yang baru 6 kabupaten/kota saja.
Terbukti dengan getolnya Olly mendorong desa untuk memiliki Pos Binaan Terpadu (PosBindu) membawa hasil dimana meningkat dari 195 desa (2016) menjadi 896 desa (2019).

Begitupun dengan cakupan imunisasi anak yang sukses dari persentase anak usia 0-1 tahun yang mendapat imunisasi dasar lengkap, meningkat dari 80,2% menjadi 94,9% pada 2019.

Daerah yang eliminasi malaria pun meluas. Sebelumnya ada 2 daerah pada 2016 menjadi 6 kabupaten/kota (2019). Usia harapan hidup meningkat dari 71,02 (2016) menjadi 71,26 (2018).

Kemudian program prioritas nasional yaitu stunting, Gubernur Olly dan Wagub Steven mampu menurunkan prevalensi stunting dari 35 persen (Riskesdas 2013) menjadi 25,5 persen (2018).

Ada juga cakupan kesehatan universal atau UHC dari 77,2% menjadi 99,3% pada 2019.

Target 95 persen persentase obat dan perbekalan kesehatan di fasilitas kesehatan, mampu terealisasi hingga 105,2 persen.
Gubernur Olly sangat concern terhadap kasus kematian Balita dan ibu. Dimana jika pada 2016 tercatat angka kematian Balita sebanyak 266 kasus, justru semakin turun di angka 137 kasus saja pada November 2019.

Begitu pula dengan angka kematian ibu semakin berkurang dari 54 kasus (2016) menjadi 44 kasus (November 2019).(*)

SEJUMLAH FASILITAS KESEHATAN TERAKREDITASI

Dari 195 Puskesmas telah terakreditasi. Jika 2016 hanya 20 Puskesmas, justru tahun 2019 meningkat tajam hingga 91,2 persen Puskesmas terakreditasi.

Kemudian fasilitas kesehatan rujukan, yang telah mencapai 87,2 persen RS terakreditasi. Jika pada 2016 hanya 11 RS terakreditasi, meningkat jadi 41 RS terakreditasi pada 2019
Mulai dari menghadirkan layanan RS Kelas B sebagai pusat rujukan; Pengembangan RS Mata sebagai pusat rujukan kesehatan mata Indonesia bagian timur; Pembangunan RS Jiwa sebagai pusat rujukan kesehatan jiwa di Indonesia bagian timur; Sampai pada pengembangan RSUD Noongan sebagai RS rujukan regional; dan Pengembangan RSUD Bitung.

Bantuan pembangunan RSUD Kota Kotamobagu sebagai RS rujukan regional; Juga telah menghadirkan pelayanan klinik mata; Pengembangan Poliklinik Kantor Gubernur menjadi Klinik Pratama; ada juga pelayanan Kegawatdaruratan Terpadu lewat PSC 119; Pelayanan pengaduan HALO SEHAT 1500-568; Termasuk tersedia informasi publik tentang kesehatan melalui layanan Radio Streaming Suara Sehat Sulut.

Dimana keberhasilan dan kontribusi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam bidang kesehatan telah mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat juga dalam bentuk penghargaan di antaranya:

Pencapaian tertinggi untuk indikator janji presiden program P2P dalam indikator suspek malaria yang dikonfirmasi dan kasus malaria positif yang diobati sesuai standar tahun 2016; Pencapaian kinerja terbaik program penanggulangan TB 2016;

Mendapatkan sertifikasi dari eleminasi malaria untuk dua kabupaten/kota di Sulawesi Utara yakni, Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa;
Terakreditasinya RSUD Noongan versi 2012 oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit;

Diterbitkannya sertifikat tanah oleh badan pertanahan; Juara IV Hospital Family Planning Project PERSI Award-IHMA.(art)

Pos terkait