HEBAT! Gubernur Olly “Jual” Potensi Sulut di UI

Harimanado.com, JAKARTA –Jumat (23/8) pekan lalu , Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE membawakan kuliah umum di hadapan mahasiwa S2 dan dosen Universitas Indonesia dan sejumlah stake holder terkait.

Materi yang dibawakan oleh Olly-sapan akrab-mantan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini, bertajuk Prospek dan Potensi Investasi Sulawesi Utara.

Bacaan Lainnya

Ratusan peserta hadir memadati Gedung Institute for Advancement of Science Technology and Humanity (IASTH) Kampus UI di Jalan Salemba Raya Nomor 4, Jakarta Pusat.

Dalam paparannya kurang lebih 1 jam, suami tercinta Ir. Rita Maya Tamuntuan ini awalnya memberikan gambaran tentang kondisi Sulawesi Utara dari perpektif geografis, geoposisi dan geostrategi.

Selanjutnya secara singkat politisi kawakan ini, menjelaskan profil dan capaian makro ekonomi pembangunan Bumi Nyiur Melambai.

Intinya, provinsi dengan luas wilayah 14.544,36 km2 dengan jumlah penduduk kurang lebih 2,6 juta dan terdiri dari 288 pulau ini, memiliki prospek cerah bagi investor untuk menanamkan modalnya.

Provinsi penerima penghargaan platinum kategori provinsi kecil terbaik sektor investasi dan penghargaan gold kategori provinsi kecil terbaik sektor pariwisata ini, memiliki capaian menjanjikan di sektro ekonomi makro.

Pertumbuhan ekonomi Sulut pada tahun 2018, mencapai 6.01, lebih tinggi dibandikan nasional di agka 5.17. Sementara indeks pembangunan manusia mencapai angka 72,02, lebih tinggi juga dari nasional yakni 71.5.

Data realisasi investasi di Sulut pada tahun 2018, menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.

Optimisme bagi dunia investasi ini terlihat dari realisasi yang mencapai Rp. 14.005 triliun. Angka ini meningkat tajam sebesar 176 persen dibandingkan tahun 2017.

Termasuk melampaui target pemerintah pusat pada 2018 yakni sebesar Rp. 6,7 triliun.

Nilai investasi ini berasal dari investasi PMDN sebesar Rp. 10.040 triliun dan PMA sebesar Rp. 3,964 triliun dengan jumlah proyek sebanyak 422.

Perkembangan investasi di daerah yang dijuluki provinsi paling toleran ini, dalam 3 tahun terakhir selalu berada di atas target dan cenderung meningkat.

Karena capaian itu pula sehingga BKPM RI menaikan target dari 6,7 triliun rupiah pada 2018, menjadi 11 triliun rupiah pada 2019.

Apa strategi dan terobosan Pemprov Sulut di bawaha kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wagub Drs. Steven Kandouw untuk mengairahkan dan meningkatkan investasi?

“Strategi meningkatkan investasi ini dengan mempercepat pembangunan infrastruktur,” ungkap Olly. Pertama, pembangunan infrastruktur atau peningkatan fasilitas Bandara Sam Ratulangi. Memperpanjang runway dari 2.650 meter menjadi 2.800 meter.

“Dengan ditambah 150 meter lagi, pesawat berbadan besar bisa mendarat”, tambahnya. Sedangkan kapasitas terminal yang saat ini hanya bisa menampung 1,5 juta penumpang per tahun, akan bisa menampung 3-5 juta penumpang per tahun dengan ketambahan 56.000 m2. “Mulai tahun depan juga akan dibangun jalan strategis pariwisata sepanjang 33 km dari bandara sampai Likupang”, jelas Olly bersemangat.

Selain itu, pembangunan infrastruktur Jalan Tol Manado-Bitung yang akan mulai beropersi pada Oktober tahun ini. Proyek ini akan dilanjutkan dengan membangun Tol dari Airmadidi sampai Amurang sepanjang 55 km. Tol ini akan melintasi Airmadidi -Tondano – Tomohon – Kawangkoan – Amurang.

“Infrastruktur jalan yang menghubungkan ke provinsi lain juga sudah diperbaiki. Misalnya jalan trans Sulawesi, baik di bagian utara dan selatan, sudah sampai Provinsi Gorontalo”, tambahnya.

Infrastruktur penunjang lainnya yakni di bidang pertanian. Infrastruktur tersebut yakni Bendungan Lolak di Bolmong.

Tujuannya agar bisa meningkatkan sumber daya petani di Bumi Totabuan. Sedangkan Bendungan Kuwil di Minut, yang akan dilanjutkan dengan pembangunan Bendungan Sawangan, tujuannya untuk mencegah banjir bandang yang bisa menerjang Kota Manado.

“Bencana banjir banding 2014, kira-kira mengalami kerugian 5 triliun, sebulan mati ekonomi Kota Manado”, ujarnya.

Selain itu, bendungan ini akan menyediakan air baku untuk menyuplai Kawasan Ekonomi Khusus Bitung, wilayah Minut dan Manado.

Strategi kedua yakni lewat jalan industrialisasi. Industrialisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, KEK Pariwisata Minut dan industrialisasi perikanan.

Olly mengungkapkan, sudah 3 investor yang menanamkan modalnya di KEK Bitung yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Diperkirakan jumlah investasi total kira-kira Rp 6 triliun.

Investor-investor tersebut yakni PT Futai, PT Indo Jaya dan Pasifik Ocean. “PT Futai ini mengolah bijih plastik mengolah sisa bahan plastik. Indo Jaya Tuna dan Pasifik Ocean di bidang perikanan. Tahun 2020 sudah operasi,” tukasnya.(art)

Pos terkait