Kadin Sulut Webinar Kondisi dan Solusi UMKM di Tengah Covid-19

ONLINE : Kadin Sulut saat menggelar webinar diskusi dengan tema UMKM di tengah Covid-19.

Harimanado.com, MANADO–Menyikapi kondisi Covid-19 yang semakin masif menghantam sendi-sendi ekonomi. Kadin Sulut menggelar webinar dengan mengangkat tema “Kondisi dan Solusi UMKM di tengah pandemi Covid-19”. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo. Tak tanggung-tanggung diskusi tersebut dihadiri narasumber dari Kemenko Perekonomian RI, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Investasi Dr. Ichsan Zulkarnaen dan Ketua Gabungan Pengusaha Eksport Indonesia Khairull Mahalli.

Ketua Kadin Sulut Jemmy Tumimomor mengatakan, kegiatan webinar ini sebagai bagian dari tugas Kadin untuk membina pengusaha daerah khususnya pengusaha UMKM dan sektor informal. Yang memang sangat merasakan dampak dari pendemi Covid-19 yang putaran ekonominya tergantung pada transportasi barang dan jasa serta diperparah dengan permintaan barang menurun karena daya beli maayarakat menurun.

Bacaan Lainnya

“Dalam kesempatan ini sekaligus memperkenalkan kepada puluhan pengusaha UMKM dan sektor informal lainnya bahwa Kadin Sulut sudah membuat aplikasi Rumah Pangan Kadin Sulut berbasis web dan android. Dan sudah bisa diinstall di play store android masing-masing dan dalam dekat akan segera dilounching secara besar-besaran. Karena semua UMKM bisa jualan mulai dari pengusaha barito, gorengan dan semua produk home industri secara online bukan hanya di Sulut tapi bisa antar pulau bahkan sampai pasar luar negeri,”beber Tumimomor.

Sementara itu, Ketum Kadin Indonesia Eddy Ganefo menuturkan, bahwa undang-undang No 1 thn 1988 secara jelas mengatakan pembinaan dan pengembangan kemampuan pengusaha Indonesia ditujukan terutama kepada pengusaha menengah, kecil dan pengusaha sektor informal yang pada kondisi covic 19 sudah terkena langsung dampaknya. Menurutnya, karena itu saat ini perhatian pemerintah sudah seharusnya untuk berkosentrasi pada pengembangan sektor UMKM dan Kadin mempunyai tugas untuk bersinergi dengan pemerintah dalam membina UMKM dan pengusaha sektor informal lainnya.

“Dalam hubungan dengan revolusi industri 4.0, kita mengusulkan pemerintah untuk paling tidak dapat menyediakan spot-spot internet gratis bagi masyarakat khususnya daerah dimana UMKM bisa menjual barangnya secara online dari produk rumahan sehingga mereka bisa survive,”ujar Ganefo.

Selain itu, Asdep Kemenko Perekonomian RI Ichsan Zulkarnaen dalam materinya mengatakan kondisi Krisis Moneter 1998 berbeda dengan Kondisi ekonomi 2020 saat ini. Kondisi ekonomi yang lalu hanya mempengaruhi sektor moneter sedangkan demand terhadap barang tidak berubah. Kata dia, sehingga UMKM bisa bertahan demikian juga episentrumnya jauh berpusat di Amerika.

“Saat ini pandemi Covid-19 mengahantam sektor kesehatan dan menghancurkan ekonomi keseluruhan baik suply dan demandnya. Pemerintah lewat Kementrian Ekonomi melaksanakan pendekatan solusi 2 (dua) step, yaitu step 1. Menjaga ekonomi bisa survive lewat relaksasi kredit dan kebijakan fiskal. Sedangkan Step 2 adalah akselerasi yaitu diantaranya dengan perluasan pasar dan digitalisasi, sehingga sehubungan dengan usulan Kadin Indonesia untuk penyediaan internet gratis sudah menjadi kajian pemerintah,”terangnya.

Sementara itu, Khairull Mahalli selaku Ketua DPP Gabungan Pengusaha eksport Indonesia mengatakan tentang perlunya pelatihan-pelatihan dalam menyiapkan barang berkualitas eksport. Mulai dari proses produksi sampai pembuatan kemasan sehingga mampu mengangkat brand image yang saat ini memang menjadi kelemahan produsen Indonesia di mata International.

“Peluang pasar internasional masih potensial dan saat ini kita bisa eksport tidak harus menunggu ratusan kilogram tapi dengan 1 KG pun kita bisa eksport. Dari data perdagangan di tengah pandemi Covid-19 tercatat dibeberapa negara justru eksport Indonesia mengalami kenaikan nilai ekspor signifikan. Karena itu GPEI dan Kadin Sulut dalam waktu dekat akan melaksanakan pelatihan pengusaha berbasis eksport dan pendataan komiditi andalan Sulut yang dapat di eksport dan bersaing dengan negara lain,”ungkap Mahalli.(tr9/tra)

Pos terkait