MANADO- Lima alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Manado tak mampu sembunyikan rasa harunya.
Ada sejuta rasa yang tergambar dari wajah lima jamaah calon haji (JCH) yang berbeda generasi saat acara walitussafar atau penglepasan di Sekretariat Kahmi Manado di Kelurahan Ternate Baru, Rabu sore (22/06/2022).

Mereka dilepas dengan doa dan harapan oleh keluarga besar KAHMI (Korps Alumni HMI) dan Forhati (Forum Alumni HMI Wati) Sulut.
Lima alumni itu Harianto SE, Sutria Murni Yusuf SE, Dr Supriatin Sarib, Isyana Konoras SH MH, dan Rosnita Masloman SE.
Tampak alumni yang hadir Presidium KAHMI Sulut Dr Abdurrahman Konoras MH dan Hi Suhendro Boroma MSi, Sekum KAHMI Sulut Mazhabullah Ali, penasehat KAHMI Hamdi Paputungan SH, Uten Moki, Hamzah Latif, Hairil Paputungan, dr Zainal Ginsu, Idham Malewa, dr Zen Wumu, dr Neny Tubagus, Fadilah Polontalo, Ramat Adam, Fadly Kasim, Mat Nur Bongkang dan KAHMI Manado Waldy Mokodompit Ai Firman Mustika dan KAHMI Minut Rahman Ismail.

Sementara jajaran Forhati Sulut, tampak Ketua Forhati Sulut Ha Lily Djenaan, Fitri Latif, Dian Tangoy, Iliona, Lina Masloman, dari Forhati Manado Sulfiani Ghalib, Shinta Rotinsulu. Pengurus WSI Manado Fifit Ali, Branch Manager Bank Muamalat Manado Mahmud Diko, staf Bank Muamalat yang juga kader HMI Manado Zidane Takalamingan, Ketua Umum HMI Manado Radinal Muchdar, Ketua Umum HMI Tondano Rasmiati Halim, Ketua Kohati Manado Nadya Kandji dan undangan lainnya.
Usai kalam Il ilahi oleh Rasmianti Halim, acara yang dimulai pukul 16.00 Wita dilanjutkan tausyiah Ustad Hi. Yusran Mantow, S.Ag.
Kata Yusran ibadah haji sebenarnya tidak lama. Sekira beberapa jam. Ditambah ibadah lainnya sekira 6 hari. Berdasarkan pengalamannya, tantangan terberat di Wuquf di Padang Arafah. Semua jamaah wajib tunaikan. Meski dia sakit harus diantar ke Padang Arafah.

Kemudian kata Kasie Pendis Kemenag Manado jemaah calon haji ini digelari sebagai “Duyufur-Rohman” atau Tamu Allah. Panggilan ini merupakan salah satu kehormatan yang hanya Allah SWT berikan kepada para jamaah haji. “Gelar kehormatannya yaitu mendapat gelar sebagai tamu-tamu Allah,” katanya.
Gelar jamaah haji dan umroh sebagai tamu Allah memang tidak ada dalam Nash ayat-ayat Alquran. Panggilan sebagai tamu Allah ada dalam hadits Rasulullah SAW. Nabi SAW bersabda.
“Para jamaah haji dan umroh adalah tamu Allah. Allah memanggil mereka lalu mereka pun menyambut seruan-Nya. Bila mereka meminta kepada-Nya tentu Dia pasti memberinya.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Ustaz Yusran yang juga alumni HMI mengatakan, dalam syariat Islam, tamu memang punya kedudukan yang amat istimewa. Orang melayu mengatakan tamu adalah raja, sehingga berhak mendapat semua pelayanan dari tuan rumah.
“Kalau jamaah haji dan umroh menjadi tamu Allah SWT, tentunya mereka mendapatkan semua pelayanan dari Allah,” katanya.
Selanjutnya, Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulut Dr. Abdurrahman Konoras, SH, MH mengatakan agar calon haji terus melakukan persiapan fisik dan mental untuk melaksanakan ibadah haji yang tinggal beberapa hari akan berangkat ke Baitullah.”
Kami berdoa agar jemaah calon haji dari Indonesia khususnya dari Keluarga Besar KAHMI diberikan kekuatan, kesehatan dan dimudahkan dalam menjalankan ibadah haji nanti,” doanya.
Dr. Supriatin Sarib mewakili lima calon jemaah haji mengatakan rasa syukur kepada Allah SWT karena masuk dalam kuota haji Sulawesi Utara tahun 2022.” Saya mewakili jemaah calon haji mengucapkan rasa syukur yang tidak terhingga diberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah Haji tahun ini. Kami juga meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada teman-teman KAHMI dan FORHATI jika ada salah dan khilaf dari kami,” ujar Supriatin yang juga dosen di IAIN Manado
Suhendro Boroma sebagai Ketua PW Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sulawesi Utara banyak menjelaskan prosesi dan suasana di tanah suci. Suhendro yang sudah naik haji beberapa kali dan ibadah umrah hampir di setiap Ramadhan menggambarkan situasi di Kota Mekkah dan Madinah. Termasuk beberapa pintu makat yang diistimewakan.
Menurutnya dari jumlah kuota haji Sulawesi Utara sebanyak 700an.” Tahun ini kuota haji yang akan berangkat dipangkas kurang lebih sekitar 50 persen atau tinggal 326 jemaah calon haji yang akan berangkat.
“kalian masuk diantaranya dari sekian banyak yang ingin berangkat. Bahkan ada di daerah lain antrian kuota haji sampai 95 tahun,” kata Suhendro
Lebih lanjut Suhendro mengatakan, Jemaah Calon Haji yang akan berangkat ibadah haji adalah tamu Allah dan salah satu bentuk pelayanan dari Allah adalah apabila sang tamu punya hajat dan keinginan, tentunya tuan rumah akan malu kalau tidak meluluskannya. Maka para jamaah haji adalah orang-orang yang punya fasilitas khusus. “Terutama untuk bisa meminta kepada tuan rumah, yaitu Allah SWT. Kalau sang tamu datang meminta diampuni, jelas sekali sudah merupakan kewajiban Allah untuk meluluskan hajat sang tamu, yaitu mengampuni semua dosa-dosa yang telah lalu. Karenanya, tuan rumah akan berbahagia manakala tamu bisa pulang dengan puas salah satunya diampuni dosa,” pungkasnya
Sebelum akhir acara, ada tips dari dr Zen Wumu untuk menjaga stamina tubuh sejak dalam pesawat dan selama di Mekkah dan Madinah. Kemudia ada sisipan dari Manager Bank Mujalamat tentang program naik haji, dengan cara menabung di Bank Muamalat dengan saldo sebesar Rp1.000.000.
Penglepasan diakhiri doa oleh Sekretaris IPHI Sulut Hi. Hamzah Latief,(ats/hm)














