Harimanado.com- Kepemimpinan adalah teladan pantas dijuluki oleh Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw.
Dr Gerdy Worang
Buktinya kemajuan Sulut ternyata dipuji juga oleh warga Sulut yang ada di perantauan.
Seperti Ivonne Lengkong yang tinggal di Seatle Washington Amerika Serikat sangat kaget dengan kemajuan.
“Luar biasa pembangunannya, saya pulang tahun lalu Sulut banyak berubah. Dan saya pun kaget gebrakan pak Olly bukan hanya itu namun semua sektor, “jelas Ivonne.
Bahkan katanya duet Olly-Steven betul-betul dikenal dunia. “Kami saja di Amerika selalu monitor akan perkembangan Sulut. Dan terbukti sangat luar biasa kemajuannya, “jelas Ivonne.
Begitupun pengamat Ekonomi Gerdy Worang yang menilai pertumbuhan ekonomi Sulut naik di era Olly Steven. Bahkan yang patut diapresiasi di masa pandemik ketahanan pangan Sulut stabil.
”Ini semua berkat semangat dari pak Gubernur Olly yang selalu menggelorakan “Marijo ba kobong” kepada warga Sulut, “tambah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat ini.
Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulut, Franky Manumpil mengatakan strategi jitu yang diterapkan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw sehingga investasi di Sulut masih bergairah.
“Logikanya pembatasan aktivitas sosial dan ekonomi karena COVID-19 melemahkan investasi, seperti sektor-sektor lain. Tapi investor percaya dengan sikap Pemprov Sulut terhadap iklim investasi sehingga mereka mau menambah kegiatan usahanya,” ujar Manumpil.
Ditambahkan juga, dia yakin nilai tambahan investasi sepanjang 2020 ini tidak hanya senilai Rp1,59 triliun itu saja. Karena ada juga investor yang belum memasukkan data tambahan kegiatan mereka.
“Banyak investor yang belum mengisi penambahan kegiatan investasi di sistem pelaporan. Itu yang kami dorong, karena data itu menyangkut performa investasi di Sulut,” katanya.
Terkait penambahan kegiatan investasi, berdasarkan data yang dirilis BKPM Pusat bahwa sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran mendominasi pertambahan kegiatan dengan nilai Rp542,28 miliar. Sektor ini masuk dalam kategori Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Sementara di tempat ke-2 penyumbang penambahan investasi Semester I 2020 ini adalah sektor energi (listrik, gas, dan air) dengan nilai Rp541,27 miliar.
Selanjutnya sektor pertambangan senilai Rp338,12 miliar. Kedua sektor ini merupakan Penanaman Modal Asing (PMA).
Kepala Bidang Pengendalian Investasi DPM-PTSP Sulut Rolly Karamoj menyebutkan tambahan investasi sebesar Rp1,592 triliun itu terdiri dari PMDN Rp679,862 miliar (235 proyek) dan PMA Rp913,014 miliar (159 proyek).
“Tambahan yang menjadi perhitungan penambahan investasi itu meliputi seluruh kegiatan. Seperti ada tambahan mobil, motor, genset, laptop, lemari, atau meja-kursi. Pokoknya yang menunjang kegiatan investasi perusahaan,” ujar Karamoj.(tra)