Kondisi Memprihatinkan, PT Air Manado Harap Pemkot dan DPRD Bisa Bantu Warga

Dirut PT Air Manado saat mengikuti rapat bersama Banggar DPRD Manado, Rabu (7/8)

Harimanado.com – Kondisi PT Air Manado saat ini memprihatinkan. Ditambah lagi adanya pandemi covid. Sebab, Mei terkahir, dari sekira 20.400 pelanggan aktif di luar PDAM, hanya sekira 8.000 pelanggan yang membayar rekening air.

Hal itu diakui Direktur Umum PT Air Manado, James Karinda dalam rapat bersama Banggar DPRD Manado, Rabu (7/8).

Bacaan Lainnya

“Dalam rapat-rapat terakhir, kami sudah mendesak WMD untuk ikut membatu kondisi yang terjadi di PT Air. Dengan kondisi covid banyak masyarakat di PHK, membuat ribuan pelanggan tak bayar,” ungkapnya.

Hal itu, kata dia, tak bisa dipaksakan. Karena air ini adalah pelayanan pada masyarakat.

“Yang bisa kami lakukan adalah menyurat kepada pelanggan. Pada intinya, kalau tak mampu, akan kami panggil ke kantor lakukan pegeluhan dan diberikan keringanan. Air ini untuk pelayanan. Apa lagi kondisi covid sekarang,” terangnya.

Pihaknya pun telah mengirimkan surat ke Pemerintah Kota dan DPRD. Namun, surat tersebut bukan permohonan dana hibah. Sebab itu bertentangan dengan undang-undang.

“Pemkot tak bisa bantu hibah pada PT Air. Yang bisa dilakukan oleh Pemkot lewat dorongan DPRD karena melihat sengsaranya warga Manado soal pelayanan air ini adalah membantu membayarkan rekening air dari warga yang tak mampu karena kondisi covid,” kata Karinda dalam rapat bersama Banggar DPRD Manado, Rabu (7/8).

Menurutnya, hal tersebut sudah dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia.

“Pemerintah bisa bayarkan setiap bulan yang rata-rata Rp 150 ribu atau paling tinggi Rp 200 ribu kalau menengah ke bawah,” ujarnya.

Lanjut Karinda, mungkin ini suatu kepedulian yang bisa dilakukan melihat kondisi ril warga yang terdampak covid saat ini.

Kalau itu bisa direspon, kami berterima kasih. Kalau belum, kami memahami kondisi DPRD dan Pemkot tentang pengelolaan anggaran. Jadi kami harus kelola dengan apa adanya. Apa lagi kondisi ini kami kerusakan alat dan harus ditebus dengan utang,” tuturnya. (An1)

Pos terkait