Harimanado.com,MANADO— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut menyasar kampus Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
Untuk sosialisasi semua tahapan Pemilu ke kalangan civitas akademika. Target KPU Sulut masyarakat kampus terlibat aktif.
Salah satu yang dipropaganda KPU Sulut Pemilu gunakan sistem digital.
Di hadapan ratusan mahasiswa FISIP Unsrat, Ketua KPU Sulut Meidy Tinangon paparkan system digital di semua tahapan Pemilu 2024.
“Semua tahapan pemilu diupayakan dilakukan dgitalisasi, kecuali untuk tahapan pemungutan suara,” ungkap Tinangon do aula FISIP Unsrat Kamis (9/3/2023)

Kuliah umum bekerja sama dengan Pusat Studi Kepemiluan Himaju Pemerintahan FISIP Unsrat.
Dalam paparan materi berjudul “Menakar Efektivitas Digitalisasi dalam Penyelenggaraan Pemilu 2024”, Tinangon menyebut empat tujuan digitalisasi tahapan pemilu.
Tujuan pertama prinsip transparansi dan akuntabilitas. Beberapa aplikasi yang telah disiapkan KPU untuk setiap tahapan.
“Untuk tahapan penyusunan peraturan, KPU punya JDIH online, untuk tahapan pencalonan ada aplikasi Silon. Pokoknya di setiap tahapan kita terapkan digitalisasi,” terangnya.
Tujuan kedua, tingkatkan pelayanan kepemiluan, melalui e-PPID publik dapat mengakses data kepemiluan melalui situs opendata.kpu.go.id serta infopemilu.kpu.go.id.
Tujuan ketiga digitalisasi adalah meningkatkan partisipasi masyarakat.
Tujuan terakhir adalah menciptakan pemilu yang murah atau efisien,” ungkap Tinangon.
Menurut Tinangon, payung hukum system digitalisasi di KPU ada di UU Pemilu 7/2017 serta PKPU yang mengatur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di lingkungan KPU.
“Berdasarkan PKPU SPBE, aplikasi di KPU ada yang sifatnya aplikasi umum dan aplikasi khusus,” terangnya.(hm)















