KPU Sulut Siapkan Perhitungan Suara di TPS Terpisah Pilpres dan Pileg Salman: Diusulkan KPPS Batas Usia 50

Harimanado.MANADO– Pengalaman pahit penghitungan suara Pemilu 2019 mulai diantisipasi.

Ada beberapa inovasi dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Mereka ingin mempertajam cara baru itu melalui Focus Group Discussion (FGD). Pesertanya utusan partai politik peserta Pemilu dan LSM pemerhati Pemilu di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Sabtu (24/06/2023).

Bacaan Lainnya

Ada dua hal didiskusikan di FGD atau kelompok diskusi terarah. Terkait Rumusan Kebijakan Pemungutan Suara dan Perhitungan Suara dalam Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024.

Kenly Poluan meminta peserta FGD memberi masukan dan solusi terbaik khususnya permasalahan yang menyebabkan pemungutan suara ulang (PSU) serta rencana penghitungan suara Pemilu 2024 menggunakan panel.

“Kami harap peserta bisa memberi usulan secara konstruktif, faktual dan mungkin refleksi apa yang menjadi pengalaman,” ujar Poluan.

Poluan menambahkan KPU RI sementara merancang PKPU proses penghitungan suara dilakukan menggunakan 2 panel. Tujuannya  mencegah insiden anggota KPPS yang meninggal dunia seperti pada Pemilu 2019 lalu.

“Panel A bertugas untuk menghitung perolehan suara pemilihan presiden dan wakil presiden, serta menghitung suara pemilihan anggota DPD RI. Sementara Panel B untuk menghitung suara pemilihan anggota DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten dan kota,” jelas Poluan.

Komisioner KPU Sulut Salman Saelangi selaku Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan usai pelaksanaan kegiatan menuturkan jika FGD menyerap usulan-usulan, baik dari Parpol maupun NGO terkait dalam hal ini pemerhati Pemilu, yang bisa menjadi masukan pada PKPU pungut hitung yang telah disiapkan oleh KPU RI,” ujar Salman.

Salman juga menjelaskan terkait petugas badan Adhoc KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang bertugas di TPS, akan ada improvisasi soal batas usia maksimal.

“Nantinya petugas KPPS akan dibatasi umur maksimal 50 tahun supaya tidak mudah kecapean atau kelelahan saat tahapan pungut hitung” pungkasnya.

Dalam FGD ini, turut dihadiri oleh Komisioner KPU Awaluddin Umbola selaku Kadiv Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM. Komisioner Meidy Tinangon selaku Kadiv Hukum dan Pengawasan, Komisioner Lanny Anggraini Ointu selaku Kadiv Perencanaan, Data dan Informasi. Plh Sekretaris KPU Sulut Winda Tulangow yang kesehariannya menjabat sebagai Kabag Perencanaan Data dan Informasi, serta Carles Worotikan selaku Kabag Tekmas dan SDM, serta Kasubbag Teknis bersama jajaran.(lyp/*)

Pos terkait