Manado Ironis, Serang Bertubi Tubi, Justru Talaud Gondol Medali Emas Sepakbola

MANADO, A.Times.id – Belasan ribu pendukung tim sepakbola Manado diam membisu.
Tak ada suara berdengung di tribun utara Stadion Klabat Manado, Senin petang (24/11/2025). Seolah tidak percaya pertandingan telah usai saat wasit meniup pluit panjang babak kedua pertandingan final antar tim favorite juara Manado versus kuda hitam Talaud.

Laga pamungkas menjadi final ironi untuk Manado yang turun dengan jersey merah putih. Anak asuh head coach Rudy Onu dan asisten Lukman Idris, Stanly Manadas.

Bacaan Lainnya

Mereka harus merelakan medali emas yang sudah di depan mata disalip anakanak Porodisa dengan score akhir 2-1 untuk Talaud.

Laga final bertepatan dengan penutupan Porprov XII Sulut disaksikan Gubernur Sulut Mayjen (purn) Yulius Selvanus, Ketua PKK Sulut Aniek Selvanus, Wali Kota Manado Andrei Angouw, dan Wakil Wali Kota Manado yang juga ketua panitia Porprov XII Sulut 2025, Ketua KONI Sulut, Kasdam Kodam XIII Merdeka dan Wakapolda Sulut.

Hampir semua penonton memuji kualitas permainan Manado. Sejak awal babak pertama, Akmal Palamani sebagai jenderal lapangan menekan barisan Talaud. Namun selalu mental di kaki pemain belakang yang dikomondo oleh La Ode.
Kehadiran pemain bintang muda Sulut Jonathan Kawalo sempat memberi asa. Berkali kali Nathan menerobos masuk dari sayap kanan, tapi mampu dibaca lawan.

Pergerakan Fijey dan Brandon juga sering bertabarakan. Fijey juga kadang menerima bola, karena Akmal dan Ridho lebih bermain ke kanan untuk menyuplai bola ke Nathan yang baru bergabung di final.
Kasyikan menyerang, justru Manado kebobolan. Berawal dari umpan lambung ke sisi kanan pertahanan Manado, bola yang hampir dikuasai Christian, terlepas akibat ditabrak (bodycharge) Diaz dari samping.

PS Manado
PS Talaud

Dalam posisi berdiri bebas, striker gempal ini melesatkan bola mendatar ke sudut kiri. Arah bola bisa dibaca dan sempat dihalau penjaga gawang Hasbi. Tapi, diluar dugaan menembus bagian bawah dan gol.
Manado berupaya membalas kekalahan. Beberapa kali bola mengarah ke gawang Talaud. Tapi sasaran tidak tepat ditambah penampilan kiper Firansya begitu apik.

Babak kedua coach Rudy merotasi pemain. Fathur Carlos menggantikan Juninho. Masuknya Fathur, variasi serangan mulai tampak. Anak anak Manado mengunci Talaud. Upaya Brandon dan Fijay berhasil. Kerja sama keduanya buahkan gol, yang ditanduk dengan cepat Brandon. Score 1-1. Tribun utara berguncang oleh suporter Manado. Ketua Askot PSSI Manado Abid Takalamingan berdiri kegirangan. Begitupun Wawali Manado yang menonton bersama official Manado sempat melompat senang.

Anak anak Manado terus menggencar pertahanan. Peluang demi peluang gagal tercipta. Tembakan keras Fathur bisa dihalau. Brandon dan Akmal sempat membahayakan gawang. Justru Akmal diganjar kartu kuning karena dianggap diving di kotak finalti. Tembakan Brandon mengena tiang gawang.

Malapetaka akhirnya datang. Ternyata dewi fortuna tidak bersama Manado. Bola yang berjalan melengkung tinggi salah dibaca Pasquel dan Gerry. Arah bola melewati kepala Pasquel. Diaz yang berdiri bebas di depan sekali mendrible langsung ditembakkan tepat di bawah mistar. Gol. Score berubah 2-1 untuk Talaud. Mental pemain Manado langsung drop. Beberapa kali serangan tidak efektik. Talaud akhirnya juara baru sepakbola Porprov Sulut.

Abid dan Sualang sempat terdiam lama. Sejumlah pemain mencoba layangkan protes ke wasit. Karena diduga lakukan kesalahan.

Pertama tidak meniup pelanggaran bodycharg ke Christian yang berbuah gol. Kemudian memberikan kartu kuning ke Akmal yang terjatuh di kotak finalti. Serta membiarkan pemain Talaud ulur waktu.

Banyak pemerhati sepakbola kelihatan kecewa. Karena Manado secara kualitas di atas Talaud. Talaud hanya andalkan serangan balik cepat. Kemudian formasi tim berubah tidak seperti sebelumnya.

“Harusnya pelatih jangan mengotak atik formasi dan posisi,”tandas sejumlah mantan pemain Persama.

Pos terkait