Mahasiswa asal Manado Studi di Melbourne, Kecam Pernyataan Senator Soal Bali

Calon master hukum Hikam Hulwanullah

MANADO– Rasa kebangsaan mahasiswa Indonesia di Melbourne Australia Hikam Hulwanullah terlecut. Calon master hukum di University of Melbourne dibakar rasa nasionalisme akibat pernyataan senator Australia, Pauline Hanson, Mei lalu. Hikam menyayangkan ada politisi ngomong seenaknya memberikan pernyataan yang bersifat melecehkan Bali.

Mantan aktivi PII Manado ini menilai ucapan Pauline memicu kontroversial. Sangat membawa dampak buruk bagi hubungan kerja sama Indonesia-Australia yang sudah terbina sejak masa awal kemerdekaan Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Apabila ini terus dilakukan secara berkelanjutan, dia tidak hanya menciderai hati warga Indonesia tapi juga sejarah kedua negara dan hati warga Australia itu sendiri sebagai sesama teman,” ujarnya, Rabu (17/8/2022).

Kalau ini tidak ditanggapi, kata Hikam, semakin menyurutkan tingkat kepercayaan bangsa Indonesia ke negeri Kanguru. Merujuk hasil survey Lowy Institute’s first poll on Indonesia in a decade, kepercayaan orang Indonesia terhadap Australia menurun drastis sebanyak 20 point dalam 10 tahun, dari 75% di tahun 2011 menjadi 55% di tahun 2021.

Hikam menilai, pandangan Pauline bahwa Bali jorok karena Sapi berkeliaran di jalanan, sehingga kotoran ternak banyak di tanah, menunjukkan Pauline seorang yang arogan.

“Padahal Bali adalah salah satu kota terbersih di Indonesia. Tak heran jika wisatawan asing sering mengunjungi lokasi yang juga mendapatkan penghargaan Bali the Traveler’s Choice Best of the Best 2022 dari TripAdvisor, dan Ubud, salah satu kota di Bali, penghargaan Kota Terbaik di Dunia dari Travel and Leisure. Majalah pada tahun 2021,” ungkap Hikam.

Sebenarnya, kata Hikam, pernyataan Pauline Hanson merupakan bentuk ekspresi kekhawatirannya terhadap the FMD outbreak disease yang mengancam Kesehatan masyarakat Australia dan sejumlah sektor yang berkaitan langsung dengan itu.

Pernyataan kontroversial Pauline muncul setelah timbulnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak di Indonesia dan kemudian di Bali pada Mei 2022.

Sudah pasti, Australia dan Indonesia akan terus bergandengan tangan menghadapi fluktuasi perkembangan segala sector di Asia Pasifik dan di Dunia, apalagi Ketika mendengar pernyataan Perdana Menteri Robert Menzies tahun 1959 yang diperkuat di dalam pidato kenegaraan Presiden Jokowi tahun 2020 bahwa Indonesia dan Australi sebenarnya cenderung memiliki banyak kesamaan disbanding perbedaan.

“Namun sayangnya pernyataannya tidak factual. Tidak didukung oleh riset yang benar dan pengalaman survey secara langsung. Justru menggunakan bahasa dan penekanan yang tidak tepat menyinggung emosional kelompok negara lain,” ketusnya.

Meski demikian, Hikam menegaskan bahwa Australia tetap adalah negara tetangga Indonesia yang telah lama menjalin hubungan diplomatik mutualisme sejak awal kemerdekaan Indonesia tahun 1949.

Dia pun optimis bahwa Australia dan Indonesia akan terus bergandengan tangan menghadapi fluktuasi perkembangan segala sektor di Asia Pasifik dan di dunia.

“Apalagi ketika mendengar pernyataan Perdana Menteri Robert Menzies tahun 1959 yang diperkuat di dalam pidato kenegaraan Presiden Jokowi tahun 2020 bahwa Indonesia dan Australia sebenarnya cenderung memiliki banyak kesamaan dibanding perbedaan,” jelasnya.

Pada sisi lain, dia berharap momentum HUT ke-77 kemerdekaan Indonesia tidak hanya membakar semangat optimis warga negaranya, tapi juga menginspirasi negara lain untuk terus berjuang dan bangkit di tengah tantangan global.

Menyongsong 77 tahun hari kemerdekaan Indonesia tahun 2022, Indonesia terus optimis maju dan bangkit dari berbagai tantangan global. Hal ini terlihat dari semangat

optimistic tema HUT Indonesia ke 77 tahun 2022 yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia nomor B-620/M/S/TU.00.04/07/2022, “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Tema yang dipilih ini sebagai refleksi bahwa Indonesia siap

untuk menyongsong hari esok jauh lebih baik diberbagai sector dengan semangat nilai-nilai luhur bangsa yang terus dipertahankann sebagai identitas bangsa.

Indonesia tidak hanya sebagai negara demokratis, tetapi juga salah satu negara dengan populasi muslim terbesar di dunia yang inklusif dan progresif. Negara yang memiliki banyak etnik dan budaya namun tetap modern dan inovatif, negara kepulauan yang memiliki

banyak pulau terpisah tapi tetap Bersatu dalam semangat yang sama, Pancasila. Tidak ada negara yang memiliki khasanah pluralitas seperti Indonesia, menyongsong 100 tahun Indonesia, dari tema kemerdekaan Indonesia ke 77 ini, tidak hanya membakar semangat

optimis warga negaranya tetapi juga menginspirasi negara lain untuk terus berjuang dan bangkit di tengah tantangan global.(*)

Pos terkait