Masih Muda,  Jamaahnya Sudah Ribuan di Manado

Harimanado.com- Malam akhir pekan lalu. Lapangan Ketang Ternate Baru serasa sempit. Ribuan orang menyatu. Yang tua dan muda. Perempuan dan laki laki. Pejabat publik dan warga biasa. Semuanya terpanggil oleh seruan dzikir Habib Umar bin Toha Alhabsy.

Malam itu, bertepatan perpisahan tahun 2022 ke 2023  habib muda menggelar doa dan dzikir di setiap ujung perpisahan tahun. Secara kebetulan Majelis Dzikir Syubbanul Azkar Manado, yang didirikan Habib Umar terbentuk pada 31 Desember 2018 silam.

Bacaan Lainnya

Puji Allah. Sabtu malam pekan lalu, langit cerah. Lapangan biasanya basah, sudah kering.

Dzikir bersama di akhir tahun 2022 agak berbeda dengan tahun sebelumnya.

Sang penggagas Habib Umar tidak hanya mengundang para tokoh Muslim Sulut.  Habib Umar ikut mengundang salah satu tokoh Minahasa Pendeta Hanny Pantau.

Pendeta Hanny  dikenal sebagai ketua umum Laskar Manguni Indonesia (LMI) ormas adat Minahasa.

Dari tokoh Islam yang hadir, Ketua Baznas Sulut Hi Abid Takalamingan, Senator DPD RI Hi Djafar Alkatiri, Anggota DPRD Sulut Hi Ayub Ali Albugis dan Hi Amir Liputo.

Ada yang menarik perhatian sebelum Habib Umar datang di lokasi. Habib Umar Alhabsyi menuju lokasi  dari kediamannya Ribat Alhabsyi di Kelurahan Sumompo, bareng bersama Pdt Hanny Pantou.

Menggunakan mobil kebesaran LMI, Pdt Hanny menjemput Habib Umar menuju lokasi Muhasaba di Lapangan Ketang Ternate Baru.

Sepanjang perjalanan Habib Umar dan Pdt Hanny Pantau berdiri di atas mobil bak terbuka.

Bila bertemu umat umat Kristiani usai melaksanakan ibadah di gereja-gereja, keduanya menyapa.

Habib Umar memberi kesempatan Pdt Hanny Pantau memberi sambutan.

” Ini adalah salah satu gebanggaan kami masyarat Sulut yang selalu menjujung tinggi nilai toleransi khusunya di Manado ini. Adanya kegiatan ini saya sangat menikmati dan betah karena bisa melihat begitu antusias umat muslim merayakan ahkir tahun dengan melaksanakan dzikir,”tuturnya dalam pidato kebangsaan.

Habib Umar Bin Toha Alhabsyi menyampaikan dalam ceramahnya, Dia sudah empat tahun mendirikan majlis di Kota Manado ini. Dia rasakan getaran nilai toleransi yang ada di Kota Manado.

” Sudah tahun ke empat saya meninggalkan jamaah saya yang begitu banyak di Kota Depok untuk mendirikan majlis di Kota Manado. Salah satu alasan saya berdakwah karena nilai dan moral untuk saling menghargai dan menerima perbedaan ada di Kota Nyiur Melambai ini. Dengan bukti saya bergandengan tangan dengan salah satu tokoh toleransi yang bisa saya panggil papi Hanny ini,”tutur Umar AlHabsyi. Pendeta Hanny ini selalu mendukung perjalanan dakwah saya sehingga beliau rela duduk berjam-jam untuk mengikuti setiap apacara yang saya buat.

” Terpanggil hati saya untuk terus menjaga keharmonisan dalam hidup berdampingan serta menjaga toleransi ini. Maka saya mengajak semua masyarakat maki kita jaga toleransi ini dari Sulut kita tunjukan kepada dunia bahwa kita bisa hidup rukun dan damai menski beda agam,”tegasnya.

Majlis Syubbanul Adzkar yang dipimpin Habib Umar Bin Toha Alhabsyi didirikan tahun 2018. Rutin setiap malam Senin lakukan pengajian dari masjid ke masjid untuk mengajak para pemuda agar selalu mencintai  Allah SWT dan mengenal Nabi Muhammad SAW.

“Majelis sebelumnya bernama pena hijrah hingga berganti Syubbanul Adzkar. Dengan pertimbangan hingga malam milad kami meminta para guru kami supaya diminati oleh semua elemen masyarakat , maka dinamakanlah MAJLIS ROHMATAN LIL ALAMIN supaya menjadi kasih sayang buat seluruh masyaarakat sulawesi utara khusus nya Manado,”tutupnya.(ewa)

 

 

Pos terkait