Harimanado.com,MANADO– Pasangan suami istri warga Kepulauan Kabupaten Talaud mendatangi kantor gubernur Sulut Senin(25/9/2023) siang kemarin.
Dengan keterbatasan tubuh mereka berupaya menemui gubernur Sulut ditemani dua anaknya.
Para penghuni kantor gubernur Sulut kaget. Setelah mendengar tujuan mereka adalah melaporkan dugaan penyalahgunaan dana sekira Rp800 juta untuk penyandang distabilitas. ” Kami minta pak gubernur menyampaikan aspirasi ini disampaikan kepada presiden Jokowi karena kami diperlakukan tak manusiawi.
Dana yang mestinya untuk membantu kami kaum lemah justru tak pernah kami nikmati malah dinikmati oknum pejabat,” tandas Pemberian Naumbalang didampingi istrinya Mariana Pompodung.
Naumbalang didampingi kuasa hukumnya Nelson Antiman SH dengan tegas meminta keadilan sebagai penyandang distabilitas. Oknum pejabat terkait telah perlakukan tak adil dan tak manusiawi.
Dana bantuan sosial yang bersunber dari Dana Alokasi Umum(DAU) di dinas Sosial yang harusnya diberikan pada mereka dicairkan oknum pejabat pada 2 April 2023 sebesar Rp500 juta dan kedua pada 4 April 2023 sebesar Rp325 juta.
” Itu perbuatan kriminalisasi dan ketidakadilan yang dilakukan oknum pejabat pada mereka sebagai kaum rentan.” Kami minta pak gubernur menyampaikan aspirasi kami ini kepada pak Presiden tolong perhatikan nasib kami kaum.lemah,” tambah Naumbalang.
Sayang OD lagi banyak agenda. Dia mengutus Kepala Badan Kesbang Fery RJ.Sangian mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey.
” Kami akan sampaikan aspirasi ini kepada pak gubernur melalui pak sekprov dan sebagai pemerintah kami ikut prihatin jika benar dugaan dana untuk distabilitas disalahgunakan oknum.pejabat,” tutur Sangian. Ia menambahkan sebagai pemerintah pihaknya akan menelusuri dana tersebut melalui inspektorat. (lyp)















