Harimanado.com,MANADO- Tantangan generasi muda makin kompleks di era digital. Sebagai tulang punggung masa depan, Pemprov Sulut mengajak para perwakilan pemuda untuk duduk bersama di Focus Discussion Group (FGD) di ruang CJ Rantung, Selasa (27/02).
Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara Dr Steve Kepel mewakili Gubernur Olly Dondokambey membuka Sosialisasi dan FGD tentang Penyusunan Rencana Aksi Daerah Lintas Sektoral Pelayanan Kepemudaan Provinsi Sulawesi Utara. Acara digelar Selasa-Kamis (27-29/2/2024).
“Semangat kepemudaan beranjak sejak masa kolonial, organisasi Budi Utomo adalah awal kebangkitan pemuda melawan apa yang disebut kemiskinan, keterpurukan dan ketidakberdayaan,” sebut Kepel.
Nilai politis kepemudaan melahirkan cita-cita luhur yakni penghapusan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), Penegakan Hukum dan Amandemen Undang Undang Dasar 1945.
“Artinya keberadaan pemuda berevolusi di setiap keberadaaan bangsa kita,” ujar Kepel.
Menurutnya di era digitalisasi saat ini pemuda menghadapi tantangan dan hambatan, apalagi merebaknya ideologi Transnasional.
Meski demikian, tak bisa dipungkiri era digitalisasi membawa nilai positif melalui tools-tools dan aplikasi di platform media sosial.
“Pemahaman ideologi Transnasional yang menghasut pemuda-pemuda kita. Tapi banyak peluang di era digitalisasi ini, itulah ekonomi digital misalnya unicorn, pembangunan marketplace,” jelas Kepel.
Ia berharap di era digitalisasi peran pemuda khususnya di media sosial tidak menimbulkan dampak buruk penyebaran informasi palsu (hoax).
Informasi di media sosial harus disaring terlebih dahulu agar menciptakan arus informasi yang valid dan mampu dipertanggungjawabkan kebenarannya.(*)















