Harimanado.com-MANADO— Untuk kesekian kali Wali Kota Manado Andrei Angouw (AA) serta Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang (RS) memanggil khusus para ketua lingkungan (kaling) alias pala dari beberapa kelurahan.
Mereka diundang secara acak. Pada Rabu (15/02) giliran para pala di lima kelurahan dari beberapa kecamatan.
Target wali kota ingin melacak siapa para tokoh agama dan tokoh masyarakat di lingkungan masing masing.
AARS menggilir para pala berserta lurah masing masing kelurahan. Yang pertama Kaling Kelurahan Bengkol. Lurah Bengkol Jongky Retla turut serta dampingi di ruang kerja Wali kota.
Usai Bengkol disambung Kelurahan Buha Kecamatan Mapanget bersama Lurah, Jeannette Eva Wentinusa, SE. Pertemuan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang dan staf khusus Walikota Jeffry Polii. Selesai Kelurahan Buha, AARS mengorek informasi dari kaling di Kelurahan Kairagi Dua Kecamatan Mapanget bersama Lurah Mohamad Windu Suhartomo SIP serta staf khusus Wali Kota Stenly Tamo.
Pertemuan selanjutnya bersama Lurah Kairagi Satu Robinson Kapoh S.Sos dan Ketua-Ketua Lingkungannya. Ketua-Ketua Lingkungan selanjutnya adalah Kelurahan Kima Atas yang dipimpin Lurahnya Ribka G. Montung, S.E.
“Pak Wali dan wakil ingin menguji kerja-kerja ketua lingkungan terutama kemampuan kuasai wilayah serta bagaimana kemampuan mengetahui personal tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (toga) yang ada disetiap Lingkungan dan Kelurahan.
Bahkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota bertanya kepada setiap kaling pekerjaan dan aktifitas setiap tomas dan toga termasuk komunitas-komunitas mereka yang sudah disodorkan setiap kaling. . Pengujian seperti ini dimaksudkan agar para aparat pemerintah dapat mengetahui kondisi wilayahnya, dapat mengetahui warganya dan diharap para kaling harus dekat dengan masyarakat di wilayahnya.
AARS minta dengan sangat lurah dan kaling harus mengidentifikasi warganya, khususnya para tomas, toga dan personal-personal yang memiliki kepedulian pembangunan di tengah masyarakat. “Hal ini dimaksudkan agar terjadi penyamaan persepsi dalam rangka pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakat antara pemerintah kota, aparat pemerintahan tingkat bawah, dengan stake holders pembangunan yang ada ditengah masyarakat,” tutup Walikota AA.(*)















