Harimanado.com- Pandemi virus corona tak menyurutkan Pemprov Sulut untuk mengembangkan ketahanan pangan di Sulut.
Pemprov Sulut menyadari ketahanan pangan untuk meningkatkan kekuatan ekonomi khususnya di bidang pertanian di Sulut.
Keinginan Pemprov Sulut direspon Bank Indonesia Perwakilan Sulut dan INN Media Grup.
BI dan INN Media menindaklanjuti pada pertemuan terbatas antara pimpinan wilayah Bank Indonesia Sulut Dr Arbonas Hutabarat dengan CEO INN media grup Urief Hassan Jumat (30/7) pekan lalu di kantor Bank Indonesia.
Menurut Urief, kebijakan ini adalah wujud keinginan Pemprov untuk terus mengembangkan varitas tanaman bawang merah yang saat ini menjadi andalan baru sektor pertanian saat ini dilakukan komoditas petani di Bolmong raya.
“Pemprov dan BI perwakilan sulut menggandeng INN media grup sebagai partner. Sabtu (1/8) dilakukan peninjauan langsung di lokasi penanaman di Kotamobagu,” jelas CEO INN Ini.
Urief yang memandu langsung survey lokasi mengatakan saat ini sudah siap sekitar 50 hektar lahan tahap pertama yang siap di tanami.
“Bank Indonesia akan menyediakan tim ahli dan fasilitas pendukung seperti bibit,pupuk dan infrastruktur yang dibutuhkan sehingga diharapkan akhir tahun ini sudah bisa langsung panen perdana,”tukas Hasan.
Diapun menyampaikan pesan dari Kepala BI cabang Manado ,dengan pola kerjasama seperti ini petani akan diuntungkan dengan kestabilan harga. Serta banyaknya tenaga kerja yang nanti akan di karyakan pada kegiatan penanaman komoditas bawang merah ini.
“Tahun depan target kami bisa ditanami 100 hektar,sehingga kebutuhan bawang merah sulut yang rata-rata 400ton/bulan akan tercukupi dengan baik dan efeknya inflasi akan bisa terkendali,”tambahnya.
Turut hadir dalam peninjauan Ketua Kadin Kotamobagu Muliadi paputungan bersama pengurus.(tra)















