Harimanado.com,MANADO- Penonton nonton bareng (Nobar) Film LAFRAN, Saya Lillahi Ta’ala untuk Indonesia membludak di Theater XXI Megamal, Kawasan Megamas Manado, Jumat sore – malam (07/06/2024).
Sejak sore lobi XXI Megamal lantai 4 telah padat untuk mengambil tiket yang disiapkan tim kerja dari KAHMI Sulut.
Sesuai jadwal film pendiri HMI 5 Februari 1947 diputar khusus di studio XXI serentak pukul 19.00 Wita.
Ada empat studio yang disiapkan panitia yang dikoordinir Aditya Anugera ‘Didi’ Moha alias ADM. Empat studio total kapasitas 715 seat.
Namun, tim kerja kelabakan karena jumlah peminat bertambah di H-1. Diperkirakan jumlah penonton hampir 1000 orang.
Setelah negosiasi dengan pengelola XXI Jakarta, akhirnya tim kerja tambah satu studio sehingga menjadi 5 studio
Tepat pukul 19.00 Koordinator Presidium MN Kahmi Ahmad Doli Kurnia tiba di studio 1 atau VIP. Mantan Sekjen PB HMI ini didampingi Korpres Kahmi Sulut
Suardi Hamzah dan Presidium Kahmi Sulut, Koordinator Nobar Aditya Moha yang juga Wabendum MN Kahmi, Pj Wali Kota Kotamobagu Asripan Nani, Pj Bupati
Bolmong dr Yusnan Mokoginta, pengurus Kahmi Manado, Ketua PG Minsel Mikha Paruntu dan pengurus PG Sulut. Manado.
Sebelum pemutaran film, ADM mengucapkan film LAFRAN bisa hadir di Manado berkat kontribusi alumni HMI di Sulut. Penonton film ini memberikan citra positif kepada HMI sebagai organisasi mahasiswa yang lahir untuk perjuangkan kebangsaan dan keindonesian.
“Mari kita sama sama ucapkan Yakusa, yakin usaha sampai,”tutup ADM.
Kemudian ADK sapaan akrab Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengatakan, film Raflan ini merupakan film produksi pertama Majelis Nasional KAHMI menceritakan kisah perjalanan pendiri HMI RAFLAN PANE. Yang digagas Akbar Tanjung bersama ADK dan mantan ketum PB HMI Arief Rosyid.
“Kita juga ingin menyampaikan bahwa film ini bukan sekedar pendirian HMI, tetapi film ini juga menunjukan bagaimana proses terbentuknya negara ini menjadi negara berdaulat,” ujarnya pada sejumlah awak media usai pemutaran film RAFLAN, Jumat (7/6/2024).
Film ini menceritakan tentang kebangsaan dan keindonesia. Makannya pada kata-kata pertama yang di tuliskan Raflan Keindonesiaan dan kebangsaan.
“Memang masyarakat Indonesia ini mayortias muslim, tapi buat anak-anak HMI di ajarkan ke Indonesiaan dan ke Islaman,” sambungnya.
Waktum DPP PG menambahkan Kota Manado adalah kota ke 13 dari target 35 Kota di Indonesia
“Target kami masing-masing kota minimal 1000 orang datang menonton. Yang luar, baru 13 kota diadakan pemutaran film RAFLAN sudah mencapai 16.100 orang yang datang menonton pemutaran film ini,” tandasnya.(sal)














