Harimanado.com- BOLMONG- Lokasi tambang Gunung Bota di Desa Bakan, Bolaang Mongondow kembali menelan korban. Seorang warga Desa Bakan Latief Mokoginta (49) tewas tertimpa longsoran batu besar pada Sabtu malam pukul 20.00 (14/1/2023)
Korban ditemukan warga lain dalam kondisi telungkup. Kepala dan tubuhnya mengalami luka akibat dihantam batu dari puncak bukit Gunung Bota yang
masuk area eksploitasi PT JRBM.
“Kami saat sedang istirahat, tiba tiba terdengar bunyi gemuruh dari atas bukit. Ketika sudah aman, kami mendengar ada suara teriakan,”tutur warga yang sama tanpa mau sebutkan namanya.
Pihak kepolisian telah mengamankan lokasi. Mereka dibantu tim security dari PT JRBM, yang tiap saat patroli ke lokasi milik PT JRBM.
Informasi dari anak almarhum,Jefry Bonde (24) dia bersama adiknya Amar Bonde (19) ditugaskan untuk mengantar makanan kepada alm Latif. Karena ayah tiri mereka naik ke Gunung Bota sejak Jumat (13/1/2023).
Mereka menyusul ayah mereka Sabtu jelang Magrib sekira pukul 18.00 wita
“Saya dan adik ke lokasi untuk membawakan makanan kepada bapa. Kami bertemua bapa di sungai sementara melakukan/memeriksa kandungan emas,”tutur Jefry dengan wajah terpukul.
Setelah itu, kata Jefry, mereka berdua naik ke tempat pengolahan dengan cara penyiraman. Sambil duduk bercerita, sekira pukul 20.00 wita terdengar suara gemuruh. Saat itu keduanya langsung menyelamatkan diri karena suara tersebut berasal dari sebuah batu yang sedang meluncur jatuh dari atas gunung.
“Setelah batu melintas ke bawah, terdengar suara berteriak bahwa ada yang meninggal dunia selanjutnya saya dan adik saya menuju ke asal suara. Saya melihat itu adalah ayah tiri saya dengan posisi tertelungkup dengan luka di bagian belakang kepala,”katanya.
Saat ingin dikonfirmasi ke Kasatreskrim Polres Kota Kotamobagu belum terhubungi.
Beberapa warga Desa Bakan menambahkan bahwa Gunung Bota sudah menelan korban. Banyak warga nekad masuk area eksploitasi PT JRBM karena kandungan emas tinggi.
“Saat petugas patroli lengah warga penambang masuk ke lokasi untuk ambil emas,”tutur warga petani sawah.















