PKM LPPM Unsrat Perkenalkan Teknologi Budidaya Bertingkat ke Ibu-ibu PKK Paal 4

MANADO–Menjabarkan program Tri Dharma perguruan tinggi salah satunya pengabdian kepada masyarakat. Karena itu tim Fakultas Pertanian Unsrat menggelar PKM kepada Kelompok PKK Kelurahan Paal 4 Manado
dengan teknik budidaya vertikultur.

Dengan menerapkan protokol covid 19 ,Ketua tim PKM Ir Meity Rantung,MS menjelaskan tujuan kegiatan adalah
memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada kelompok ibu-ibu PKK Kelurahan Paal 4 Kota Manado tentang cara budidaya tanaman sayuran, tanaman rempah dan obat (biofarmaka), dan tanaman hias di pekarangan rumah secara vertikultur atau budidaya bertingkat.

“Ini semua menjawab tantangan keterbatasan lahan pekarangan di perkotaan seperti di kota Manado.Karena itu kami pun memperkenalkan kepada masyarakat terlebih ibu-ibu yang suka sayuran, tanaman obat dan rempah, “tukas Rantung.

Bacaan Lainnya

PKM ini kata Rantung dilaksanakan daring dan kumpul sebagaian peserta secara luring dengan menghadirkan pemateri Prof Dr Jeanne Paulus, MS. Prof Jeanne pun menjelaskan kepada peserta PKM yang hadir adalah ibu-ibu, dengan kondisi lahan pekarangan yang kecil maka budidaya bertingkat harus diterapkan.

“Apalagi saat inj ibu-ibu lagi suka menanam bunga, maka teknologi inilah yang menjawab kebutuhan lahan pekarangan yang sempit di rumah perkotaan, “tukas Paulus yang adalah staf pengajar di Jurusan Budidaya Fakultas Pertanian Unsrat.

Rantung pun menambahkan kegiatan yang dilaksanakan
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNSRAT ini betul-betul mendapatkan respon yang baik dari peserta.

“Kelihatan dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta yang terdiri dari puluhan orang .Semuanya ingin mengetahui teknik budidaya bertingkat ini, “jelas Rantung yang diiyakan anggota tim
Ir. Paula Supit, MSi.

Diapun menyimpulkan kegiatan PKM yang dilaksanakan ini berhasil .”Kamipun mengharapkan ibu-ibu dapat memanfaatkan lahan pekarangan sempit dengan cara bertanam sayuran secara vertikultur untuk menopang ketahanan pangan keluarga, apalagi di masa pandemic cofid-19 lebih banyak waktu berada di rumah,”tambahnya. (tra)

Pos terkait