Prof Ellen Dampingi Dirjen Dikti Tinjau Pembangunan RS Unsrat Sempat Tertunda

Harimanado.com, MANADO–Pembangunan Rumah Sakit (RS) Pendidikan Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang sempat terhenti pembangunannya mendapat perhatian Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof. Ir. Nizam M.Sc, DIC, Ph.D, Sabtu (10/4/2021) pekan lalu.

Prof Nizam secara khusus meninjau dan melihat langsung kondisi terkini dari RS Pendidikan Kedokteran Unsrat, dengan didampingi Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat M.Sc DEA.

Prof Ellen Joan Kumaat bersama Prof Nizam saat berkunjung ke Unsrat Misi khusus kunjungan ke Unsrat, sebut Dirjen Dikti adalah untuk melihat kondisi bangunan yang mangkrak dan bagaimana upaya penyelesaiannya.

Bacaan Lainnya

“Pekan depan Universitas Sam Ratulangi akan direview oleh Kementerian Kesehatan. Hal ini sebagai tindak lanjut dari penyelesaian pembangunan yang sempat mangkrak,” tukasnya.

Prof Nizam dalam sambutannya juga mengatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengharapkan agar civitas Unsrat berani melakukan perubahan dan terobosan menuju pada pembelajaran yang lebih dinamis dan tepat.

“Terutama untuk menyiapkan generasi yang unggul, artinya pendidikan bisa nyambung dengan kebutuhan di masyarakat,” katanya.

Unsrat, sambung Prof Nizam diharapkan hadir dalam transformasi dengan adanya dinamika yang terjadi di industri dan ekonomi, serta kegiatan pembelajaran, penelitian di perguruan tinggi.

Sementara itu, saat meninjau RS Pendidikan, Prof Kumaat menjelaskan bahwa kunjungan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi akan membuka harapan dan sinyal untuk dilanjutkannya kembali pembangunan RS Pendidikan.

“Kunjungan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi ke Universitas Sam Ratulangi ini, kami harapkan akan membuka harapan baru atas pembangunan Rumah Sakit Pendidikan. Karena pekerjaan yang sempat tertunda dapat dilanjutkan kembali,” sebut Kumaat.

Diketahui, sarana RS Pendidikan Kedokteran Unsrat Manado terhenti pembangunannya sejak tahun 2008. Alasannya, karena tidak lagi ditopang oleh anggaran negara yang bersumber dari APBN.

Padahal sejatinya, RS ini sangat dibutuhkan untuk memajukan pendidikan kedokteran di kawasan timur Indonesia, mengingat fasilitas yang ada di RSUP Kandouw tidak mencukupi kebutuhan belajar dan praktik mahasiswa.(tra)

Pos terkait