Diketuai dr Vanda, Tim PKM Unsrat Gelar Pengetahuan Vaksinasi Kepada Pemuda dan Remaja di Keluarahan Batu Kota

harimanado.com, MANADO–Pandemi Covid-19 merupakan masalah dunia yang serius. Penyebaran virus Corona (CoV) di seluruh dunia masih terus berlangsung. Update laporan Covid-19 di Sulawesi Utara sampai dengan 19 November, tercatat 34.577 terkonfirmasi Covid-19 dengan 33 orang yang masih dirawat, dengan tren melandai. Hasil penelitian yang dilakukan kegiatan PKM 2020 di Batu Kota, menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan, 91% peserta mempunyai pengetahuan pencegahan Covid-19 yang baik. Kegiatan dilaksanakan oleh tim LPPM Unsrat yang
diketua PKM dr. D. Vanda D. Doda, MOHS, Ph.D
dengan judul “PKM Meningkatkan Tindakan dan sikap positif terhadap protokol pencegahan Covid 19 serta
Pengetahuan tentang vaksinasi pada Pemuda dan Remaja di Kelurahan Batukota”.

Lanjutnya, masih perlu adanya pembinaan terhadap sikap dan tindakan positif terhadap protokol pencegahan infeksi Covid-19. Serta peningkatan pengetahuan tentang vaksinasi.

“Universitas Sam Ratulangi melalui LPPM melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) diberbagai daerah di Sulawesi Utara. Salah satunya dilaksanakan di Kelurahan Batu kota bekerja sama dengan GMIM Yerusalem Batu kota dengan menggelar penyuluhan kesehatan terkait Protokol Pencegahan Covid-19 termasuk pengetahuan tentang vaksinasi pada kelompok pemuda dan remaja,”tukasnya.

Bacaan Lainnya

Ketua Kegiatan PKM dr. D. Vanda D. Doda, MOHS, Ph.D menjelaskan edukasi tentang Covid-19 masih sangat diperlukan oleh masyarakat, terutama bagi pemuda dan remaja yang berpotensi menjadi orang tanpa gejala yang kemudian tanpa disadari bisa menyebarkan virus karena kelompok ini mempunyai mobilitas yang tinggi. Pencegahan hanya bisa dilakukan dengan adanya peningkatan pengetahuan tentang dampak, cara pencegahan dan kesadaran masyarakat untuk menerapkan prilaku hidup sehat dan bersih dan mentaati peraturan Kesehatan terkait Covid-19, agar bisa mencegah peningkatan angka kesakitan dan kematian Covid-19.

“Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 30 pemuda dan remaja GMIM Yerusalam dan peserta lain yang berdomisili di sekitar Batukota. Tentang Covid-19 masih sangat diperlukan oleh masyarakat, terutama bagi pemuda dan remaja yang berpotensi menjadi orang tanpa gejala yang kemudian tanpa disadari bisa menyebarkan virus karena kelompok ini mempunyai mobilitas yang tinggi,”tukasnya.

Kegiatan ini didukung oleh ketua Komisi Pemuda Pnt. Stefano Y. Munaiseche,SE dan Ketua Komisi Remaja Pnt. Arnetha S. Raintung, ST, MT serta Komisi Kesehatan Jemaat GMIM Yerusalem. Narasumber dalam Penyuluhan adalah Pdt Jehnly A. Watung, STh sebagai tokoh agama yang mengajak pemuda dan remaja menjadi role model dalam mentaati peraturan pemerintah.Sedangkan narasumber kedua adalah Dr Fredrik Fima Langi, M.MedStat, Ph.D. seorang ahli epidemiologi memaparkan tentang trend Covid-19 dan adaptasi kebiasaan baru menyimpulkan bahwa vaksinasi perlu menjadi upaya utama pengendalian dan eliminasi COVID-19, disamping penerapan protokol kesehatan.(tra)

Pos terkait