Harimanado.BOLTIM- Pemilhan Bupati dan Wakil Bupati, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dipastikan seru.
Sudah dipastikan ada tiga pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati.

Suhendro Boroma (SB) Rusdi Gumalangit (RG), Amalia Ramadhani Landjar-Uyun Kunaifi Pangalima (AMAL-UP), Sam Sahrul Mamonto (SSM) Oskar Manoppo (OPO).
PDIP, Perindo PKS mendukung SB-RG.
AMAL-UP didorong PAN, Demokrat, Gerindra serta Golkar, sementara SSM-OPO mengunci Partai Nasdem, PBB dan PKB.
Info didapat, SSM sukses mengeksekusi PKB, mengalahkan tawaran AMAL-UP.
“Tadinya tim AMAL hampir pasti dapat PKB. Tapi tiba-tiba lepas. Sempat ditawarkan ke SB-RG, tapi batal lantaran SB telah dapat rekom PDIP PKS dan Perindo,”tutur sumber tadi malam.
Ketua DPC PKS Boltim Rita Lamusu mengatakan mereka akan berjihad di Pilkada Boltim.
Semua akan totalitas, baik pengurus serta kader mendukung.
”Karena kalau di PKS itu Sami’ na Wa Thona, kemudian disisih lain koordinasinya sudah bagus dengan kedua calon,”katanya.
Sam Sahrul Mamonto usai konvoi mengaku pada 4 September akan mendaftar.
Sedangkan untuk tim pemenangan pihaknya menjelaskan belum bicara dengan Oskar Manopo.
“Akan tetapi seluruh pendukung kami di Boltim, itu adalah bagian dari tim, nanti kemudian tinggal kami kordinasikan untuk bekerja satu arah,” kata Sahrul ketika diwawancari Harian Manado.
Sementara itu, Oskar Manopo mengatakan ini bukan persoalan papan II atau papan I, kerena pertarungan Boltim ke depan karena parsial.
Tidak melihat kepentingan politik maka otomatis ada peluang orang lain menguntungkan. Sebab, ini adalah merupakan pilihan.
“Tentunya saya dangan pak Sahrul sudah ada komunikasi, siapapun yang akan jadi. Dan, ternyata tidak diketahui akan jadi pertemuan yang sangat luar biasa,”katanya.
Di Boltim sendiri, SSM dan AMAL dianggap bagian pertarungan masa lalu.
Berbeda dengan SB. Baru kali ini terjun di ranah politik. Mereka condong menilai SB lebih pantas mengangkat derajat Boltim.
”Om Edo dikenal luas di luar. Siapa tahu kemampuan di luar bisa dibawa ke Boltim,”kata Abdul Manaf Paputungan warga Desa Buyat, Kotabunan.(jux)















