Senator DJA Sebut 4 Pilar Kebangsaan Sesuai Watak Keindonesiaan Keislaman HMI-KAHMI

SOSIALISASI 4 PILAR: dari kiri: Presidium KAHMI Sulut Suardi Hamzah, Senator Djafar Alkatiri MM MPdI, Korpres KAHMI Manado Fikry Darise, Presidium KAHMI Manado Rolandy Thalib di gedung DPD RI, Sabtu siang sampai sore (5/3)

MANADO- Anggota DPD RI dapil Sulut Ir Hi Djafar Alkatiri MM MPdI menjelaskan empat pilar kebangsaan sangat erat satu sama lain. Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika saling terkait .

Sangat penting difahami untuk menjaga keutuhan negara kesatuan Indonesia. “Negara Indonesia sangat luas. Terdiri dari 17.500 pulau. Luasnya seperti jika dibentangkan 10 negara di Benua Eropa. Bayangkan dengan luas seperti itu kalau tidak ada empat pilar, bisa lepas satu persatu wilayah negara kesatuan Indonesia,” jelas Djafar di hadapan ratusan peserta di sosialisasi empat pilar di gedung DPD RI, Sabtu sore (5/3) 2022.

Bacaan Lainnya

Sosialisasi kali ini Senator Djafar menggandeng KAHMI Manado dan HMI Cabang Manado.

Kegiatan ini dihadiri Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulut Suardi Hamzah, Sekretaris KAHMI Sulut Mazhabullah Ali, puluhan pengurus KAHMI Manado yang dipimpin Koordinator Presidium Fikri Darise SH MKN, puluhan pengurus HMI Cabang Manado yang dipimpin Ketua Umum HMI Manado Rahdinal Muhdar dan belasan aktivis muslim dari OKP dan Ormas Islam lainnya.

Selama tiga jam Senator DJafar begitu bersemangat menguraikan empat pilar Indonesia. Wakil Ketua Komite I DPD RI menjelaskan di Negara kesatuan Indonesia empat pilar amat penting difahami.

Dia mengurai dengan jumlah pulau sekitar 17.500 pulau, membentang di luas mencapai 8,2 juta Km2.  62% luas wilayah adalah laut dan perairan, yang didiami sekira 1340 suku bangsa, jika tidak ada perekat, maka ancaman dari dalam dan luar sangat besar.

Dia mencontohkan negara lain yang suku bangsa hanya sedikit, seperti Suriah, Irak, terbaru Rusia dan Ukraina, terkoyak lantaran fondasi tidak kuat. Papua sebagai contoh kata Djafar. Setelah ditunjuk sebagai salah satu anggota tim penyelesaian masalah Papua, Djafar akhirnya faham bahwa negara tetangga seperti Samoa ikut mendukung Papua merdeka. Mereka menyebut rumpun Melanesia, dengan Papua sebagai induk.

“Negara kita coba diganggu oleh negara lain. Sebut saja Papua. Kehadiran kelompok bersenjata di Papua, itu sebenarnya kelompok teroris. Karena apa? Mereka telah meneror warga, menembak sampai tewas aparat keamanan. Keliru kalau pemerintah menyebut kelompok kriminal  bersenjata (KKB). Itu saya tegaskan di depan pak Mahfud sebagai Menkopolkam,” tandasnya.

Pengurus KAHMI dan HMI Manado

Mantan Anggota DPRD Sulut 2009-2014 mjengaku nasib negara kesatuan ada di tangan kaum muda seperti HMI. Yang organisasinya besar dan cerdas. Punya jaringan luas. Punya ideologi Nilai Dasar Perjuangan (NDP) yang selaras dengan empat pilar.

HMI juga lahir dengan spirit  Keindonesiaan dan keislaman yang tujuannya melahirkan insan cita dan masyarakat cita.

“Masa depan bangsa ada di tangan HMI juga. Yang punya wawasan kebangsaan Keindonesiaan dan keislaman. Dua hal yang selaras dengan empat pilar,”tandasnya.

Di sesi dialog, Ketum HMI Radinal Muhdar agak kritis mempertanyakan urgensi empat pilar disosialisasikan ke masyarakat. Seharusnya kata mahasiswa FKM Unsrat ini, empat pilar lebih baik ditanamkan kepada eksekutif, para elit dan legislatif.

“Kalau kami melihat selama ini, biang persoalan kebangsaan karena kepentingan para elit, bukan masyarakat basa. Juga apa sebenarnya kelemahan dari empat pilar?”tanya Muhdar.

Sekum KAHMI Sulut Mazhabullah Ali sedikit meminta penegasan tentang nama UUD yang tidak pantas disebut  UUD 1945. Karena sudah empat kali diamandemen pada tahun 2000 dan 2001.

Senator menanggapi pertanyaan Mazhabullah bahwa nama UUD 1945 tidak salah. Lantaran tidak ada UUD yang baru. Hanya ada penambahan pasal atau diamandemen.

“Kalau UUD semua baru diganti, maka namanya UUD 2022, misalnya. Tapi ini hanya ditambah pasal pasalnya, bukan diganti semuanya,” ujarnya.

Pertanyaan ketum HMI ditanggapi senator dengan sedikit tegas dan lugas. Bahwa empat pilar harus terus menerus disampaikan ke masyarakat, karena potensi bahaya lebih banyak dari masayarakat. Ada 230 juta rakyat Indonesia, tidak sama tingkat pemahaman. Ancaman ideologi lebih cepat menyusup dari tengah masyarakat.

Dia mengibaratkan Indonesia ini seperti kapal Titanic. Terlalu besar, tidak luwes dan mewah. Akibatnya sulit bergerak. Lambat berlari. Membentur benda kecil dampaknya luar biasa.

“Justru empat pilar sangat penting disampaikan ke masyarakat, karena ancaman bahaya dari masyarakat. Jika masyarakat marah dan semua diberi senjata, maka dampaknya akan merusak negara kesatuan,”tandasnya.

Menurut Jafar, diskusi dengan KAHMI Manado dan HMI Manado begitu asyik. Terasa mengalir sehingga tidak terasa sudah berlangsung sampai pukul 17.25.

Dia menyentil alasan memilih KAHMI dan HMI Manado karena dua organisasi ini akan banyak membantu untuk mensosialisasikan ke tengah masayarakat.

“Banyak tawaran kalau saya memberi sosialisasi empat pilar, tapi lebih memilih HMI dan KAHMI,”pujinya.

Acara yang dipandu Presidium KAHMI Manado Rolandy Thalib ditutup oleh dr Neny Tubagus dan foto bersama.(*)

 

 

 

 

 

.

 

Pos terkait