LEBARAN ketupat 1422 H menjadi media perekat para pimpinan ormas dan aktivis Muslim Sulut.
Diinisiasi Senator Djafal Alkatiri MM MPdI, puluhan aktivis senior dan yunior menyatu di gedung lantai 3, milik Djafar pada Kamis (20/5) siang.

Gedung permanen beratap spandex menjadi saksi ukhwah para aktivis Muslim.
Gedung ini kelak akan menjadi sekolah hafidz Quran di Kelurahan Maasing, Manado.
Untuk lebaran tahun ini, Djafar terpaksa membatasi undangan. Maklum kata TA Andi Bongkang ada surat edaran melarang keramaian di lebaran ketupat.
“Alhamdulillah, kita bisa menjaga ukhwah di tengah larangan buat keramaian di lebaran ketupat. Saya bersyukur, kita bisa terus menjaga silaturahmi,” ucap mantan ketua PPP Sulut.
Di depan puluhan tokoh Muslim yang datang, Wakil Ketua Komite 1 DPD RI menyampaikan permohonan maaf Idul Fitri 1422 H. Selanjutnya dia mengaku tegas atas perang Zionisme Israel dan Palestina, tapi harus disikapi bijaksana atas nama kemanusiaan.

Dia Djafar juga meminta rasa persaudaraan para aktivis di berbagai organisasi Muslim harus mengalahkan egoism pribadi.
Di akhir sambutan ada yang menggembirakan. Mereka yang hadir diam untuk menyimak. Dari bibir ayah tiga anak ini, di gedung berlantai tiga yang menjadi lokasi acara, akan diwaqafkan untuk gedung Hafiz Quran. Letak gedung ini sangat strategis. Posisi menghadap ke arah barat, dengan panorama teluk Manado. Bisa melihat langsung matahari terbenam di sore hari.
“Kemudian tempat ini yang saya beli belasan tahun lalu, dan baru dibangun 2019 tidak jadi digunakan untuk tempat kost. Padahal sudah 40 an yang berminat. Padahal hanya 13 kamar di dua lantai. Namun, anak saya nomor dua yang studi di Jakarta mengetuk hati saya, bahwa abi jangan jadikan tempat kosan. Lebih baik diwaqafkan untuk rumah hafidz,”kata Alkatiri disambut pekik takbir aktivis yang hadir.

Suasana makin ramai, para aktivis satu persatu datang. Yang sempat terekam Ketua Baznas Sulut yang juga tokoh SI Sulut Abid Takalamingan, Ketua Presidium Kahmi Sulut yang juga dekan Fak Kedokteran UVN Jakarta Dr dr Taufik Pasiak, Pimpinan Muhammadiyah Sulut Kalo Tahirun, Sekretaris PPP Sulut Agus Abdullah, Ketua PHBI Sulut Syahrul Poli, budayawan Muslim Sulut Reiner Ointoe, Sekretaris Kahmi Sulut yang juga Ketua PPP Manado Mazhabullah Ali, Sekretaris DMI Sulut Wahyudi Karaeng, Ketua BKPRMI Sulut Fachrudin Noh, Sekretaris Pemuda Muslimin Sulut Fadly Kasim, Ketua PKS Manado Hasan Syafii, Ketua Elperisai Manado Muhammad Nur Bongkang, Ketua BPKPRMI Manado Suyanto Muarif, Ketua Tidar Sulut Syarif Darea, Pengurus PG Sulut Iswadi Amali, Sekretaris Hanura Manado Rusli Umar, pengurus PKB Manado Ramdansyah Kiai, Wadanas BKPRMI Noho Poiyo, Ketua BM PAN Manado Faisal Salim, Sekretaris BM PAN Manado Gilang Ramadhan, Komite Bank Sulutgo Rudi Iksan, aktivis muslim lain Ridwan Sawie, Fatma bin Syech Abubakar, Ridwan Olii, Alkindi Bilfaqih, Joko Sutrisno. Yusran Mantau, Kennedy Paputungan, Mursid Laiya, Azis Daipaha, Buang Bua, Syafril Parasana, Irwan Comel Pakaya, Agus Rahim, Ucin, Rudimin Manyo, jurnalis muslim Saleh Ngiu, Amas Mahmud, Syahril Kadir, Ahmad Husein, Hendra Muchsin dan Staf Ahli DPD RI Djafar Alkatiri Andi Bongkang.
“Kami harus apresiasi dengan sosok Ka Dja, yang sangat kelihatan ketokohannya. Mampu menjadi penjahit kekuatan aktivis Muslim dan salah satu tokoh kunci yang mampu menyelesaikan masalah keumatan,” puji Agus Abdullah dan Fadly Kasim.
Abid Takalamingan ikut mengapresiasi lenggang politik senator. Apalagi niat mewaqafkan gedung kosan menjadi rumah hafidz Quran. Dia dan para aktivis Muslim akan mendukung program umat di bidang Pendidikan Islam.
“Bagi saya niat Djafar sangat bagus. Ini yang harus didorong dan disupport,”kata Abid yang sudah lebih awal membangun kampung pesantren di Desa Kalawid Sangihe.
Dari pantauan, ajang silaturahmi sekalian dijadikan alat perekat sejumlah aktivis Muslim di beberapa wadah. Bertepatan, Djafar sangat dekat secara emosional dengan wadah itu. Sebut saja, PPP. Dalam waktu dekat, Senin-Selasa (23-24) akan menggelar suksesi di Muktamar Wilayah IX. Kemudian masalah BKPRMI Sulut. Beberapa kader Djafar terlibat di dua wadah itu.
Mereka semua ketemu dan suasana menjadi cair. Meski setelah itu, pihak yang terlibat kembali mengambil posisi berseberangan kepentingan.
Sore harinya, jelang Magrib Djafar mengundang rombongan rebana dari Mahakam. Suasana makin ramai. Melihat irama rebana, Djafar ikut menabuh rebana diikuti sejumlah aktivis lain.
Malam harinya, rombongan Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana bertamu di rumah senator. Satu jam lebih mantan kapolda Metro diskusi Panjang lebar di kediaman yang tak jauh dari cikal bakal gedung sekolah hafidz Quran.
“Beberapa peristiwa di Sulut, termasuk bias perang Israel Palestina disampaikan ke Kapolda Sulut,” kata TA Djafar Andi Bongkang.
Sayang, ada sedikit gangguan. Sekira 30 menit ebelum Kapolda pamit, PLN memadamkan aliran listrik belasan menit lamanya. Informasi didapat, pemadaman terpaksa dilakukan, lantaran ada aduan masyarakat, gardu di depan Masjid Alhidayah Maasing mengeluarkan percikan api.
“Bukan sengaja, tapi ada masalah di gardu,”ujar petugas PLN.(*)















