MANADO- Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulut kian seru.
Klaim kursi ketua PPP Sulut sudah di genggaman incumbent Depri Pontoh(DP) dibantah sejumlah kader partai berlambang Kabah.
Kata mereka, DPP PPP belum memberikan signal mendukung siapa.
Keputusan Depri dan 13 pimpinan DPC PPP di Boroko, Jumat (14/5) bukan forum resmi. Mereka menuding para DPC ditekan untuk memuluskan langkah DP menjadi nakhoda PPP Sulut untuk kedua kali.
“Pertemuan sehari pasca Idul Fitri tidak menjadi ukuran kalau PPP Sulut sudah putuskan Depri Pontoh,” tandas Wakil Bendahara PPP Sulut Wahyudi Karaeng, di kediaman senator Djafar Alkatiri.
Wahyudi mengakui bahwa aksi demo di kantor PPP Sulut bukan memberontak. Dia juga tidak sepakat aksi damai disebut akibat putus asa Angkatan Mudah Kabah (AMK). Mereka beraksi keras lantaran hampir semua ketua DPC konon pertahankan DP.
“Tidak ada putus asa. Malah kami makin semangat untuk bersaing sampai selesai muswil PPP,”tandasnya.
Yudi yang juga wabendum PPP Sulut mengklaim didukung 9 DPC. Matoritas pengurus DPC telah nyatakan sikap memilih pria berjenggot.
“Saya tidak akan mundur. Bagi saya siapapun ketua PPP terpilih harus wajah baru. Sudah jelas Depri tidak peduli, pun gagal selam periode lalu. Tidak ada program partai yang jalan.
Kata WK sapaan akrab Yudi, Depri jelas gagal. Kok kenapa akan dipilih lagi, dan mengklaim telah dapat signal restu dari DPP PPP,” tandasnya.
Hal senada diungkap Syahrul Poli. Mantan anggota DPRD) Sulut dari PPP menepis opini kalau DP telah diberi lampu hijau Suharso Monoarfa.
“Itu hanya sebatas klaim. Saya juga tahu pertemuan itu ada unsur terpaksa,”tandasnya.
Syahrul masih optimis mayoritas DPC akan mendukung dirinya. Dia sudah bergerak dan mendapat izin dari DPP. Pertemuan Boroko tidak akan terwujud. Karena DPC yang akan memilih sesuai signal DPP.
“Saya nyatakan sikap maju,”ujarnys.
Ketua DPC PPP Manado Mazhabullah Ali mengakui ada pertemuan Depri dan semua DPC. Namun tidak ada kaitan dengan aksi dukung mendukung.
“Hari ini yang nyatakan siap maju ada banyak,” tukasnya.
Isu beredar, WK diduga mendapat dukungan DPC dan elit Muslim.Bahkan telah ada signal.
Isu beredar ada empat nama bakal calon akan bersaing.Mereka berempat akan koalisi melawan DP. Empat nama adalah Wahyudi Karaeng, Syahrul Poli, Irwan Hineo dan Rafiuddin,
“Sistem pemilihan formatur. Suara DPC hanya 30 persen, sisanya 70 persen hak DPP PPP,: katanya.(ozi)















