Survei LSI, Pilpres Kans Tiga Capres, KIB Rawan Retak, PDIP Mustahil Koalisi 3 Parpol Ini

JAKARTA– Peta kekuatan pasangan calon presiden hampir pasti tidak jauh dari tiga poros utama.Poros PDIP. Poros Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan poros sisanya Partai Gerindra-PKB plus PKS, PD dan Partai Nasdem

Survei terbaru LSI Denny JA pada Agustus 2022 kepada 1200 responden di 34 provinsi, tiga poros utama ini akan terus bergerak mencari tambahan kekuatan jelang Pilpres nanti.

Bacaan Lainnya

Peneliti senior LSI DJA Ardian Sopa menjelaskan dalam rilis yang diterbitkan pada Senin (15/08) hampir mustahil PDIP dengan suara 23 persen akan bertarung solo dalam pilpres 2024-2029.

Bagaimanapun Megawati akan mengandeng partai lain, meski sudah memenuhi syarat pencalonan (Presidential Threshold) minimal 20 persen.

Namun hampir mustahil pula PDIP menggandeng PKS karena alasan ideologis. Mustahil juga PDIP menggandeng Demokrat karena riwayat hubungan Megawati- SBY. Dalam perkembangan terakhir, kecil pula kemungkinan bagi PDIP menggandeng Nasdem karena irama politik Megawati dan Surya Paloh tak sejalan,”urainya.

PDIP berpeluang merajut koalisi di bulan terakhir masa pendaftaran, di September 2023. Sangat mungkin PDIP mengajak Gerindra (13,57%), atau PKB (10 %) atau KIB untuk menyatukan kekuatan.

Di sisi lain KIB dengan suara 25,7 % berpeluang menambah sekoci kekuatan dari partai lain. Alasan LSI DJA, sangat riskan KIB tidak ketambahan partai. Andai satu partai mengundurkan diri, (PG 14,78 %), PAN (7,65%) dan PPP (3,3%) itu akan membuat KIB tak lagi memenuhi syarat pencalonan capres- cawapres 20 persen.

“Bagi KIB, satu partai yang mungkin diajak adalah PKS atau Demokrat. Ini disebabkan karena PKS dan Demokrat tak memiliki bargaining kuat untuk meminta calon presiden,”katanya.

Pilpres 2024-2029 tak diikuti koalisi partai oposisi. Itu karena hanya dua partai yang kini di luar pemerintahan: Demokrat (9,39 %) dan PKS (8,7%)

Gabungan dua partai ini hanya 18,09 % tak cukup membentuk satu poros untuk mencalonkan presiden dan wapres 2024-2029.

Demokrat dan PKS terpaksa ikut dalam poros lain dan mereka bukan dalam level untuk memimpin poros itu. Prosentase kursi Demokrat dan PKS di DPR 2019-2024 tidak menonjol untuk memimpin poros koalisi partai mencalonkan capres- cawapres 2024-2029.

Puan Maharani (tokoh utama poros PDIP) dan Airlangga Hartarto (tokoh utama KIB) sudah aman memiliki tiket untuk calon wakil presiden 2024-2029 bagi calon presiden yang kuat.

Namun tidak menutup kemungkinan Puan Maharani dan Airlangga Hartarto menjadi capres 2024-2029 yang kuat, seperti hal nya Prabowo Subianto, jika mereka mampu menaikan elektabilitasnya hingga masa pendaftaran di bulan September 2023.

Survei nasional LSI Denny JA menggunakan wawancara secara tatap muka (face to face interview). Margin of error (Moe) survei ini adalah sebesar +/- 2.9%.
Riset kualitatif dilakukan dengan analis media, Focus Group Discussion (FGD), dan indepth interview.(*)

Pos terkait