Tak Kenal Takut, FKSM FKDM PMI Manado Masuk Keluar Rumah Semprot Disinfektan

Relawan FKDM, FKSM, PMI Manado dan Panji Yosua lakukan penyemprotan di sejumlah daerah di Kota Manado, Rabu (17/6)

Harianmanado.com – Sudah tiga bulan lebih para relawan yag tergabung dalam Forum Kota Sehat Manado (FKSM), Forum Kewaspadaan Dini Manado (FKDM) dan PMI Manado ditambah bantuan Panji Yosua GMIM, masuk keluar rumah warga untuk lakukan penyemprotan disinfektan.
Tak ada rasa takut, para relawan ini terus melakukan aksi sosial.

Rabu (17/6), sejumlah daerah di Kota Manado menjadi target. Seperti di salah satu titik di Kampung Islam, Kelurahan Mahawu, Perumahan Tuminting, Teling Atas dan GMIM Bukit Moria Rike.

Bacaan Lainnya

Relawan FKDM, FKSM, PMI Manado dan Panji Yosua lakukan penyemprotan di sejumlah daerah di Kota Manado, Rabu (17/6)

“Selain banyaknya permintaan, yang kita datangi juga ada lokasi-lokasi dimana pasien positif virus corona tinggal. Ini atas permintaan warga, baru kita turun lakukan penyemprotan,” kata James Karinda, salah satu koordinator dari para relawan tersebut kepada Harian Manado, Rabu (17/6).

Kegiatan ini, kata Karinda, merupakan aksi sosial guna membantu Pemerintah Kota Manado dalam penanganan covid-19.

“Kinerja Pemkot Manado dalam upaya memutus mata rantai covid ini, sangat banyak. Maka dari itu kita relawan memberi diri untuk membantu dengan cara lakukan penyemprotan disinfektan di lokasi-lokasi pemukiman warga,” terangnya.

Relawan FKDM, FKSM, PMI Manado dan Panji Yosua lakukan penyemprotan di sejumlah daerah di Kota Manado, Rabu (17/6)

Ditambahkan Ketua FKSM, dr Ivone Bentelu, selain lakukan penyemprotan, mereka juga terus lakukan edukasi ke masyarakat tentang covid yang saat ini menjadi masalah global.

“Disamping lakukan penyemprotan, kita lakukan edukasi ke masyarakat supaya tidak ada salah pemahaman ditengah masyarakat,” tuturnya.

Lanjutnya, hal ini juga dirasa penting karena banyak warga belum paham dan masih ada pemikiran diskriminasi kepada pasien positif virus corona.

“Makanya edukasi juga kita lakukan. Supaya warga paham bahwa yang dilawan itu adalah virusnya, bukan orangnya. Jadi setiap kali kita turun, kita selalu berikan edukasi ke masyarakat,” tutupnya. (An1)

Pos terkait