Torpedo AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran, Ratusan Pelaut Belum Ditemukan

Harimanado.com,Jakarta- Armada Laut Amerika Serikat (AS) masih unggul dibanding angkatan laut Iran. Ini terbukti ketika sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam setelah meledak akibat ditembak torpedo kapal selam Amerika Serikat di Samudra Hindia, Rabu (4/3/2026).

Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang menyebut serangan itu sebagai bukti jangkauan global militer Washington dalam perang melawan Iran. Otoritas Sri Lanka menyatakan, telah menyelamatkan 32 awak kapal, namun 148 pelaut lainnya masih hilang dan peluang selamat dinilai kecil.

Bacaan Lainnya

Pernyataan Pentagon Berbicara kepada wartawan, Hegseth mengatakan bahwa kapal selam AS menargetkan kapal perang Iran yang berada di perairan internasional.

Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo,” ujar Hegseth.

Ia menyebut serangan tersebut sebagai “kematian yang senyap” dan menegaskan bahwa ini merupakan pertama kalinya sejak Perang Dunia II Amerika Serikat menenggelamkan kapal musuh menggunakan torpedo. “Seperti dalam perang itu,” kata dia, “kami bertempur untuk menang.”

Pentagon menyatakan, salah satu tujuan utama perang AS-Israel melawan Iran yang dimulai Sabtu adalah melumpuhkan angkatan laut Iran. 148 pelaut masih hilang Kapal yang tenggelam tersebut adalah fregat IRIS Dena milik Iran. Otoritas Sri Lanka melaporkan bahwa 32 awak berhasil diselamatkan, sementara 148 lainnya masih hilang.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, mengatakan kepada parlemen bahwa para korban selamat segera dilarikan ke rumah sakit utama di selatan pulau itu.

Menurut Herath, fregat tersebut mengirimkan sinyal darurat saat fajar pada Rabu (4/3/2026), dan kurang dari satu jam kemudian kapal penyelamat tiba di lokasi sekitar 40 kilometer selatan pelabuhan Galle. Namun, saat tim penyelamat mendekat, kapal telah tenggelam sepenuhnya dan hanya menyisakan tumpahan minyak di permukaan laut.(kompas)

Pos terkait