YOGYAKARTA- Luar biasa hebat pertarungan para pengusaha Nahdliyyin Sulut di arena Konferensi Nasional II Himpunan Pengusaha Nahdliyyin (HPN) yang berlangsung 1-2 Juni 2022 di hotel The Rich Jogja, Provinsi D.I. Yogyakarta.
Delegasi HPN Sulut yang dipimpin Habib Sahrir Albar Bafagih sukses mewarnai konfernas pengusaha NU.
Kesuksesan Bafagih dan 6 utusan HPN cabang dibuktikan dengan dinamika persidangan yang alot dan panjang.
Karena tadinya acara direncanakan akan berakhir 2 Juni, molor hingga Jumat (3/6) dini hari.
“Jadwal molor karena Delegasi HPN Sulut berjuang menuntut hak peserta dari PW Sulut dan beberapa PW lain yang diduga ingin dikebiri panitia,”kata dipimpin Sahrir Albaar Bafagih diaminkan Sekretaris Helmy Arsyad
Ayi sapaan akrab pria keturunan nabi menceritakan proses dinamika.
Sejak awal kata Sahril ada setingan kandidat dari kawasan Indonesia barat untuk menghilangkan hak sejumlah cabang di Indonesia timur. Tanda tanda ini mulai kelihatan di forum pleno.
PW Sulut kemudian inisiatif melobi PW dari Kalbar, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Banten, dan tuan rumah Yogyakarta.
”Lalu terbentuklah squad pendobrak kekuatan koalisi yang mendominasi arena Konfernas. Sahabat Muhammad Helmi Arsjad, Sekretaris HPN Sulut menjadi koordinator lapangan delegasi HPN Sulut utk mengatur komunikasi lintas PW pendukung calon ketua terpilih di arena,”katanya.
Panitia berkilah delegasi PC se Sulut terlambat masukkan formulir peserta.
Dari sanalah kemelut panas di sidang pleno pemilihan calon ketua umum berkobar.
Kondisi ini diperparah suara peserta PW Kalbar dan Sulawesi Tengah tak diakui.
Tak ayal hujan interupsi pun bertubi-tubi dilayangkan oleh PW Sulut dan Sulteng didukung PW Gorontalo dan Kalbar ke pimpinan sidang.
Sahrir Bacharuddin, Ketua PC HPN Minsel ngotot menuntut pimpinan sidang untuk tetap mengakomodasi hak suara sejumlah PC HPN se-Sulut yang terlambat masuk.
Perjuangan berbuah hasil. Tuntutan akhirnya diterima meskipun menunggu skorsing untuk proses verifikasi kembali.
Begitu pun wakil HPN Kalbar dan Sulteng menuntut nasib suara mereka tak terbaca dalam daftar verifikasi peserta. Setelah ditelusuri ternyata ada kekhilafan teknis panitia dalam proses registrasi.
“Setelah beres proses pemilihan ketua umum, sahabat Masri Hamzah dipercayakan menjadi saksi dan pencatat suara calon dlm penghitungan suara,”tambah Helmy.
Detik detik mendebarkan dimulai ketika penghitungan suara. Saling kejar antar tiga kandidat.
Mussodaq, calon nomor 1 dari PW HPN Jatim memperoleh 32 suara, Muhammad Hasyim calon nomor 2 dari PW HPN Jabar meraup 33 suara, dan Dede Supriyadi dari PW HPN Banten mengantongi 36 suara.
Dede bisa menang lantaran suara PW HPN Sulut dan PC HPN se-sulut.
Euforia kemenangan pun semakin lengkap setelah Habib Sahrir Albar Bafagih masuk dalam tim formatur dan ditetapkan menjadi Sekjen DPP HPN bersama dua kader HPN Sulut diakomodasi untuk masuk di jajaran pengurus DPP HPN.
”PW HPN Sulut telah melakukan konsultasi dengan beberapa senior PWNU Sulut termasuk Kakanwil Kemenag Sulut untuk meminta restu, dukungan, dan doa.
Pasca penutupan Konfernas, dilakukan kesepakatan kerja sama dgn perusahaan motor listrik Hyundai. Ini merupakan “berkah” tidak hanya buat HPN Sulut, tetapi juga buat jam’iyyah nahdliyyin Sulut.(*)















