Wakil Muslim Tak Dipinang, Para Tokoh Pemuda Beda Pandangan
Harimanado.com- Rasa kekecewaan sebagian umat Muslim Manado akibat isu PDIP batal meminang ULAMA + A2, direspon berbeda tokoh muda Islam Manado.
Ada pro dan kontra. Sebagian mendorong PDIP patut melihat potensi suara Muslim.
Ada juga tidak mau menjebakkan diri di konflik internal PDIP.
Wakil Ketua BKPRMI Manado Hendra Suma berfikir positif.
Isu inkosistensi PDIP hanyalah asumsi belaka.
Selama belum diumumkan secara resmi dari PDIP, jangan reaktif.
Mungkin wacana ini bagian dari strategi politik penaklukan lawan. Kita jangan panik.
”Figur muslim yang akan mengisi papan 2 masih berpeluang. Untuk itu kita menunggu saja,”ujarnya.
Terpisah aktivis Muslim Manado punya pandangan sedikit tegas.
Amat wajar, kalau tokoh Muslim terlibat dalam dinamika politik.
”Saya pikir, dalam pertarungan politik untuk menarik massa, ini suatu pilihan strategi yang baik.
Tidak hadirnya tokoh muslim di PDIP untuk menjadi calon wakil walikota merupakan satu langkah yang sangat tidak strategis,”ungkap Ketua PMII Metro Fahmi Karim.
Ketua HMI Manado Iman Karim mengatakan, demografi Manado secara agama mulai berimbang.
Sehingga keterwakilan muslim sangat signifikan.
Pilkada salah satu terminal membasmi potensi gesekan-gesekan diskriminasi.
“Saya pikir PDIP bijak dalam menentukan langkah yang objektif ini. Karena masih pada cita perjuangan untuk merawat nasionalisme dan pluralisme. Selebihnya Partai yang punya kuasa untuk menentukan calonnya,”pungkasnya.(tr21/ fjr)















