Perempuan dan Anak Tewas Diserang dalam Gereja Katholik Palestina

Harimanado.com,JAKARTA — Pasukan Israel menyerang Gereja Katolik Paroki Keluarga Kudus di Jalur Gaza Palestina pada akhir pekan lalu.

Dikabarkan dua perempuan dan seorang anak tewas sedang beribadah.
Anggota parlemen Inggris Layla Moran mengaku beberapa anggota keluarganya dan ratusan warga Gaza lain terperangkap dalam gereja saat Israel membombardir tempat suci itu.

Bacaan Lainnya

Moran, seorang anggota parlemen di Oxford West dan Abingdon, mengatakan sekitar 300 orang, termasuk anak-anak berada di dalam gereja tersebut saat gempuran Israel berlangsung.

Mereka telah 60 hari di gereja untuk dapat perlindungan. Mereka dipaksa diusir pasukan IDF Israel

“Situasinya telah memburuk secara besar-besaran dalam seminggu terakhir. Ada penembak jitu yang menembaki orang. Apa yang terjadi sungguh mengerikan,” kata Moran kepada CNN.

Moran bercerita beberapa anggota keluarga besarnya telah mengungsi di gereja sejak minggu pertama setelah agresi Israel ke Jalur Gaza berlangsung pada 7 Oktober lalu.

“Keluarga saya kehabisan kaleng jagung terakhir ketika situasi memburuk dan memutuskan mengungsi,” ucap Moran.

“Saya hanya akan mengatakan ini kepada pemerintah Israel, ini adalah minggu sebelum Natal, apakah ini saatnya Anda ingin bertengkar dengan Paus? Apakah ini saatnya Anda ingin mengusir paksa warga Palestina dari tempat yang mereka pilih untuk mencari perlindungan?” ujarnya menambahkan.

Gereja juga melaporkan tank-tank IDF menargetkan biara Suster-suster Bunda Teresa yang masih bagian dari kompleks gereja. Biara itu menampung 54 penyandang disabilitas saat gempuran Israel berlangsung.

“Satu orang terbunuh ketika dia mencoba membawa korban satunya ke tempat aman,” bunyi pernyataan Gereja Katolik Paroki Keluarga Kudus seperti dikutip CNN.

Serangan Israel ke gereja ini pun menuai kecaman internasional mulai dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), negara-negara Barat termasuk Inggris dan Amerika Serikat, hingga Paus Fransiskus di Vatikan.

Namun, Israel menyangkal telah menargetkan gereja itu dalam agresinya di gaza.

“IDF hanya menargetkan teroris dan infrastruktur teror dan tidak menargetkan warga sipil, tidak peduli agama mereka… (dan) mengambil tindakan besar untuk menghindari kerugian terhadap warga sipil yang tidak terlibat,” tambah pernyataan itu.(cnn)

Pos terkait