MANADO- Badai hebat membuat Kota Manado diterpa bencana alam berupa tanah longsor dan puluhan pohon tumbang.
Peristiwa alam yang masih berlangsung dari Senin (9/1) hingga Kamis (12/1) telah menelan korban harta. Berupa kendaraan tertimpa pohon, si pengendara masuk rumah sakit.
Dampak dari cuaca ekstrem ini bisa diminimalisir. Menurut Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM ) Manado Edwin Moniaga MH cuaca tidak bisa manusia cegat. Tapi ada langkah pencegahan sebelum peristiwa alam terjadi.
“Kami di FKDM Manado sudah berkali kali ingatkan antisipasi cuaca ekstrem. Baik di WAG maupun di media sosial,”kata Moniaga kepada media.
Kata dosen Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi ini, banyaknya pohon tumbang di pinggir jalan, bukan semata mata factor cuaca. Ada sebab lain yang bisa dideteksi.
“Pemerintah setidaknya serius untuk mengevaluasi usia pohon yang besar. berusia sudah tua. Hendaknya dilakukan peremajaan. Yang pohon tua, ranting pohon dan cabang dipotong. Ditaksir ketinggiannya. Kalau sudah lewati kabel PLN, baiknya dipangkas lantaran mengganggu jaringa listrik,”tandasnya.
Kemudian bencana kebakaran. Seperti yang menimpa warga Kelurahan Teling Atas, Wanea Kamis pagi. FKDM Manado minta semua pihak, bahu membahu mengingatkan bahaya kebakaran.
“Ini saran kami para pimpinan tinggi di kecamatan dan di kelurahan Lurah. Para camat dan lurah sampaikan untuk berhati hati terjadadi potensi kebakaran. Rutin edukasi penggunaan tabung gas.”katanya.
FKDM Manado sudah rancang program diskusi serius dengan Kadis Damkar Manado Supriatna. Diskusi itu akan disosialisasikan ke stake holders terkait.
Edwin juga menyampaikan dari sisi ekonomi, setiap cabang atau batang pohon yang ditebang. Bisa didaur ulang dijadikan meja atau rak.
“Pohon itu bisa digunakan untuk buat meja atau papan yang bisa bernilai ekonomis,”katanya.(hm)















