Rumah di Teling Dilalap Api, Sebelum Terbakar Mantan Karyawan Keluar Terburu buru dari Rumah

Rumah keluarga Yuly Pesak di Teling Atas ling 9, Wanea terbakar api Kamis pagi

MANADO- Warga Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, kaget mendengar teriakan rumah terbakar.

Mereka berhamburan keluar rumah. Dari rumah masing masing kelihatan asap hitam menguap ke langit, disertai api yang makin membesar.

Bacaan Lainnya

Peristiwa yang terjadi pada Kamis pagi (12/1/2023) sekira pukul 07.20 Wita menimpa rumah permanen keluarga Pesak Ulag, warga Teling Atas Lingkungan 9. Rumah cat warna oranye dilahap api hingga gosong.

Yuly Pesak pemilik rumah yang diketahui pedagang makanan di samping gerai Indomaret Teling Atas lingkungan 1, menjadi panik saat mendengar kabar dari karyawan.

Yuli dan karyawan dibantu warga berusaha selamatkan barang penting dari dalam rumah.

“Barang barang kami ludes. Hampir sebagian besar dibakar api. Untung pihak pemadam datang cukup cepat, saat api sudah membesar,”kata Yuly.

Pemadam kebakaran (damkar) yang diterjunkan sebanyak 8 unit mobil.

Mobil pertama tiba sekira pukul 07.20 Wita. Berikutnya karena api makin mengganas, Damkar Manado langsung turunkan 7 unit mobil damkar sekira 15 menit kemudian.

Sayang upaya Damkar dibantu warga dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Teling Atas tidak mampu menjinakkan bola api.

Akibatnya pemilik rumah alami kerugian ratusan juta tanpa ada korban jiwa.

Damkar Manado berupaya membantu warga padamkan api

Sumber api masih simpang siur. Polisi sedang lakukan penyelidikan. Karena informasi beredar, sumber api bukan dari kompor atau tabung elpiji di dapur. Sebab pagi itu, Sartika karyawan Bu Yuli sedang cuci piring di dapur.

“Saya pertama kali melihat ada asap keluar dari genteng. Saat itu saya memberi makan itik. Karena penasaran dan cemas asapnya keluar dari atap, saya teriak panggil pemilik rumah. Tapi tidak ada yang mendengar,”kata Jems Kuera tetangga pemilik rumah.

Jems sempat berpapasan dengan karyawan nama Okta Bryanto Adam, yang bersiap siap mengambil tabung elpiji untuk dibawa ke warung makan milik Yuly Pesak.

“Saya minta Okta cek kalau ada memasak apa di dalam rumah, lantaran asap keluar dari atap,”tuturnya.

Pengakuan Okta, dia bergegas ke dalam rumah. Mau mengambil tabung gas elpiji. Saat akan masuk ke dalam rumah, tampak Sandy keluar rumah terburu buru.  Sandy diketahui mantan karyawan yang baru diberhentikan Yuly Pesak.

“Saya baru tiba di halaman rumah, saat parkir motor om Jems mengaku lihat ada asap keluar dari atap. Sebelum masuk rumah, kelihatan Sandy berlari ketakutan,”katanya.

Okta yang bingung tidak sempat tanya ke Sandy. Di saat bersamaan Jems Kuera mendesak Okta cek asal asap.

Lalu keduanya masuk ke rumah. Cari sumber asap. Di dapur mereka melihat Sartika sepertinya  tidak tahu soal asap. Dia tenang saja mencuci piring.

Ketika ditanya masak , Sartika menjawab tidak  sedang memasak.

“Setelah itu kami balik ruang depan. Tiba tiba kami mencium bau asap dan mengecek di kamar melihat api sudah menyala membesar,”akunyha.

Okta mengaku langsung ke warung memberitahukan ke Yuli Pesak (tuan rumah).

Api baru bisa padam total sekira pukul 09.00 Wita. Selain Damkar Manado, aparat Polsek Wanea dan Koramil Wanea bahu membahu bersama warga.(hm)

Pos terkait